Perintah Suami yang wajib ditaati oleh istri

Istri mempunyai kewajiban untuk memenuhi hak suami, taat kepada perintah-perintahnya, apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Perintah yang dikeluarkan suami termasuk hal-hal yang ada hubungannya dengan kehidupan rumah tangga. Dengan demikian, apabila misalnya suami memerintahkan istri untuk membelanjakan harta milik pribadinya sesuai keinginan suami, maka istri tidak wajib taat, sebab pembelanjaan harta milik pribadi istri sepenuhnya menjadi hak istri yang tidak dapat dicampuri oleh suami.
  2. Perintah yang dikeluarkan harus sejalan dengan ketentuan syari’ah; apabila suami memerintahkan istri untuk menjalankan hal-hal yang bertentangan dengan ketentuan syari’ah, maka perintah itu tidak boleh ditaati. Hadits Nabi riwayat Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasai dari “Ali mengajarkan : “Tidak dibolehkan taat kepada seorangpun dalam berma’siat kepada Allah; taat hanyalah dalam hal-hal yang ma’ruf”.
  3. Suami memenuhi kewajiban-kewajibannya yang menjadi hak istri, baik yang bersifat kebendaan maupun yang bersifat bukan kebendaan.
  4. Istri wajib berdiam di rumah dan tidak keluar kecuali dengan ijin suami, apabila terpenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  • Suami telah memenuhi kewajiban membayar mahar untuk istri.
  • Larangan keluar rumah tidak berakibat memutuskan hubungan keluarga; dengan demikian, apabila suami melarang istri menjenguk keluarga-keluarganya, maka istri tidak wajib taat, ia boleh keluar untuk berkunjung, tetapi tidak boleh bermalam tanpa ijin suami.

Catatan :

Islam menentukan hak suami melarang istri keluar rumah itu dengan pertimbangan agar kesejahteraan hidup keluarga benar-benar tercapai. Dalam praktek, ketegangan-ketegangan antara suami istri sering terjadikarena kebebasan istri keluar rumah.

Apabila memang suami mengijinkan istri keluar rumah untuk bekerja dan sebagainya, istri harus pandai menggunakan waktu di luar rumah seminimal mungkin, sekedar diperlukan untuk memenuhi keperluan-keperluan yang memang telah diijinkan suami.

 

Listiana Advokat.

 

8 thoughts on “Perintah Suami yang wajib ditaati oleh istri

  1. tapi kl udah diurus secara hukum, kenapa susah ya? gampang banget dibelokin..

    salam kenal yah!:mrgreen:

    @ namanya juga manusia dengan 1000 akalnya…..

  2. Terima kasih…salam kenal kembali, untuk pertanyaannya saya kira sudah saya tulis diakhir tulisan ya “Apabila memang suami mengijinkan istri keluar rumah untuk bekerja dan sebagainya, istri harus pandai menggunakan waktu di luar rumah seminimal mungkin, sekedar diperlukan untuk memenuhi keperluan-keperluan yang memang telah diijinkan suami”.Saya rasa sudah terjawab ya pertanyaan dari kuz09….

  3. Sebagai suami posisi saya adalah pemimpin, yakni membimbing rumah tangga yang didalamnya ada istri dan anak. Tentunya sebagai pemimpin harus mampung mengatur keseimbangan, agar tidak terjadi kesalahpahaman khususnya dari segi ekonomi.
    Karena himpitan ekonomi yang luar biasa, akibatnya terkadang perempuan/istri keluar rumah bahkan dalam jangkawaktu tertentu. Malah suami menganjurkan istrinya bekerja, bahkan sebagai tulang punggung keluarga sementara suaminya menganggur…😦 lalu kalo sudah begitu gimana mbak solusinya? ini terjadi pada masyarakat kita lah mbak sebagai contoh TKW.

  4. saya seorang dokter umum. dulu, pd waktu baru menikah suami saya mengizinkan saya ikut sekolah spesialis. tp krn waktu itu blm ada beasiswa, mk saya urungkan niat saya. sekarang setelah 8 thn menikah, beasiswa utk sekolah spesialis sdh ada, tapi suami saya tdk mengizinkan saya. alasannya krn anak yg msh kecil. padahal waktu saya sekolah spesialis itu dr pagi sampai sore, sama seperti waktu saya bekerja harian di kampus. kebetulan saya dosen. bagaimana dgn kasus saya ini? apakah saya waji menuruti keinginannya?

  5. Larangan keluar rumah tidak berakibat memutuskan hubungan keluarga; dengan demikian, apabila suami melarang istri menjenguk keluarga-keluarganya, maka istri tidak wajib taat, ia boleh keluar untuk berkunjung, tetapi tidak boleh bermalam tanpa ijin suami.

    Saya kurang setuju dengan pernyataan diatas itu kayanya tidak pas dan ada yang kurang ingat cerita jaman nabi tentang istri yang soleh dan tidak meninggalkan rumah pada saat ibu nya sakit hingga meninggal ? apa yang terjadi ? Ibu itu masuk surga atas ketaatan si anak. Disini yang saya simpulkan adalah :

    Seorang isteri yang pergi meninggalkan rumah tanpa izin suami dengan alasan apapun dan dalam kepergiannya tidak bermaksiatpun tetap saja termasuk wanita tidak baik (pembangkang) apalagi jika dia pergi dengan berpakaian yang tidak sopan seperti wanita pada jaman Jahiliyah.

    Memutuskan silahturami saja memang tidak boleh apalagi terhadap keluarga mungkin disini hanya masalah komunikasi terhadap suami saja tapi intinya tetap harus mendapat ijin suami bukan tidak wajib taat, apa lagi keluar untuk berkunjung ditambah bermalam lagi.

    Bisa hancur nih dunia kalau wanita semua seperti itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s