Adopsi dan Peraturan menurut Hukum Positif dan Hukum Islam

Adopsi atau Pengangkatan Anak dalam pelaksanaannya tentunya harus pula mengacu pada peraturan-peraturan hukum positif yang berlaku di Indonesia, maupun peraturan yang berlaku bagi mereka yang beragama Islam.
Pada tahun 1982 MUI mengeluarkan fatwa No. 335/MUI/VI/82 tanggal 18 Sya’ban 1402 H/10 Juni 1982. Kemudian secara hukum Islam, pada tahun 1991 terbit Kompilasi Hukum Islam yang diberlakukan di Indonesia dengan Instruksi Presiden No. 1 tahun 1991 tanggal 10 Juni 1991, dalam pasal 171 (h) menetapkan bahwa anak angkat ialah anak yang dalam pemeliharaan untuk hidupnya sehari-hari, biaya pendidikan dan sebagainya beralih dari orang tua asalnya kepada orang tua angkat berdasarkan putusan pengadilan.
Sedang menurut hukum positif di Indonesia, tentang adopsi diatur dalam Keputusan Menteri Sosial RI No.41/HUK/KEP/VII/1984 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perizinan Pengangkatan Anak yang isinya sebagai berikut :
Calon Orang Tua Angkat :
1. Berstatus Kawin dan berumur minimal 25 tahun, maksimal 45 tahun.
2. Saat mengajukan permohonan pengangkatan anak sekurang-kurangnya sudah kawin 5 th.
3. Dalam keadaan mampu ekonomi dan sosial.
4. Berkelakuan baik berdasarkan keterangan dari Kepolisian.
5. Dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
6. Telah memelihara dan merawat anak tsb. sekurang-kurangnya 6 bl (anak dibawah 3 th dan 1 th untuk anak umur 3-5 th.)
7. Mengajukan pernyataan tertulis bahwa pengangkatan anak semata-mata untuk kesejahteraan anak.

Listiana Advokat.

9 thoughts on “Adopsi dan Peraturan menurut Hukum Positif dan Hukum Islam

  1. Assalamu alaykum Wr Wb.

    salam kenal ukhti Listiana… nice blog
    sekarang br bisa melihat2.. menarik hmpr smuanya ttng hukum.. lain kali ijinkan tuk baca2 ..🙂
    klo berkenan tukeran link.

  2. Assalamu’alaikum mbak Listi… Blog anda bagus…. sebagai advokat muslimah sangat bagus kalo mendahulukan keyakinan Islamnya daripada hukum baratnya… adopsi dan tabanny … tarobby wat tarbiyah… beda lho… adopsi dapat mewarisi menurut versi barat, tapi Islam nggak lho… perdalan lagi yuk kitab fiqih kita

  3. @Ahmad Farisi : silahkan…boleh juga tukeran link.

    @Drs.Fathur Rohman Ms.MH : justru karena perbedaan itulah yang membuat saya harus menulis adopsi menurut Islam ditulisan saya yang lain ada ko.

    @Resi Bismo : Repotnya gak begitu ko, cuma aturan memang musti ditegakkan…demi perlindungan terhadap anak…, kalo usia sudah 45 tergantung putusan Hakim, boleh atau gak ….:)

  4. Ass Wr WB, saya diberi hibah oleh bude saya 14 tahun yang lalu bude meninggal tahun 2011, memiliki putra adopsi 1 orang,masalahnya anak2 dari
    saudara kandung bude ( anak2 kakak kandung bude, semua kakak bude sudah wafat) meminta bagian dari harta peninggalan bude tersebut, bagaimana jalan keluar terbaiknya

  5. Apakah hibah yang diberikan bude pada anda merupakan harta waris dari bude? kalau iya, maka anda hanya berhak 1/3 bagian yang 2/3 harta waris dibagikan kepada ahliwaris.

  6. Adopsi setelah umur dewasa… di PA Bwi baru terjadi adopsi setelah si anak selesai kuliah, itu resminya, namun ybs sudah diambil sejak umur tiga hari.. hanya tidak resmi ke pengadilan… jadi amarnya menyatakan sah adopsi yg sudah dilaksanakan tersebut seperti itsbat nikah… yang penting tetap islami…namun ada juga muslim yang tidak islami langkahnya, seperti ayah angkat malah menjadi wali nikahnya.. hal itu karena tidak mengerti hukum Islam saja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s