Nikah Siri

Akhir-akhir ini marak kita dengar tentang pernikahan siri, bahkan Syeh Puji bersedia menyediakan lahannya berhektar-hektar untuk membangun penjara bagi orang-orang yang melakukan pernikahan siri. Sesungguhnya apa dan bagaimana pernikahan siri itu ?

Didalam UU No.1 tahun 1974 tentang Perkawinan pada Pasal 2 disebutkan sebagai berikut :

  • (1) Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing2 agamanya dan kepercayaannya itu.

  • (2) Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Hukum Islam ada rukun perkawinan yang harus dipenuhi, pengertian rukun dari perkawinan ialah hakekat dari perkawinan itu sendiri, jadi tanpa adanya salah satu rukun, perkawinan tidak mungkin dilaksanakan. Apa saja rukun perkawinan dalam Islam ? Adapun yang termasuk rukun perkawinan ialah :

  1. Harus ada para pihak yang melaksanakan akad nikah yaitu mempelai laki-laki dan perempuan.
  2. Wali mempelai perempuan.
  3. Dua orang saksi laki-laki.
  4. Ijab Kabul.

Kembali kita lihat UU No.1/74 bahwa pada ayat 2 disebutkan tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Apabila benar yang dikatakan khalayak ramai bahwa pernikahan siri itu sah dimata Allah SWT, tentunya rukun perkawinan tidak satupun ditinggalkan. Hanya dalam hal ini si pelaku pernikahan siri tidak mengindahkan UU No.1/74 pasal 2 ayat 2 dimana pernikahannya harus dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku.

Yang menjadi pertanyaan apa maksud dari pernikahan yang tidak dicatat? Padahal bila telah sesuai dengan rukun perkawinan, mengapa perkawinan tidak dicatat ? Apa susahnya mencatatkan perkawinan sebagaimana menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku ?

Apabila pertanyaan ini dapat dijawab dengan baik tanpa bisa disanggah lagi, barulah pernikahan siri boleh dilaksanakan.

Dari sudut pandang seorang perempuan yang melaksanakan pernikahan siri, sesungguhnya dia telah mau dianiaya oleh seorang laki-laki. Kenapa disebut demikian ? seorang perempuan yang telah melakukan pernikahan adalah sepenuhnya menjalani kehidupan sebagai seorang istri yang sholeh. Mengabdi pada suami melayani suami lahir dan batin. Tetapi sadarkan dia akan hak nya sebagai istri? Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum, apabila suami ternyata tidak memperlakukan dia selayaknya sebagai istri, kemana dia akan mengadu sedang bukti bahwa dia istri dari si “anu” saja tidak ada. Belum lagi bila dia melahirkan anak-anak dari hasil hubungan dengan pria yang sudah menikahinya secara siri, apa yang akan ditunjukkan oleh si perempuan pelaku nikah siri ini bahwa anak-anak nya adalah buah cinta mereka ?

Sesungguhnya UU No.1/74 sama sekali tidak memberatkan mereka yang akan melangsungkan perkawinan. Tapi mengapa ada saja yang melanggar. Apa mungkin justru karena ada undang-undangnya maka orang senang sekali untuk melanggarnya. Betul kata sebagian orang yang pernah saya temui bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar.

Listiana Advokat.

17 thoughts on “Nikah Siri

  1. Wah ulasan yang menarik mbak, semoga tulisan ini bisa membukakan mata bagi mereka yang belum tahu yach mbak Lis.
    Best regard,
    Bintang

    @ makasih ya…

  2. Saya Pribadi gak setuju sama orang yang nikah Siri, kenapa sih harus begitu ? seperti artis sinetron yang marak diberitakan bahkan si perempuan dengan nikah siri cenderung memiliki suami lebih dari satu ? begitu mudahnya.

    Saya gak ngerti kenapa orang mau menikah siri apa yang ditakutkan ? kan mendingan syah memiliki surat nikah dari KUA anak2 bisa mendapat akte kenal lahir.

    hm…mungkin perempuan-perempuan yang mau menikah siri itu pasti istri dari suami yang istrinya lebih dari satu, kok mau yah hehe, kalau aku amit-amit ah mendingan single kalau harus dibagi-bagi emangnya kue

    @ iya aku juga gak ngerti deh kenapa si wanita mau aja dibohongi ya

  3. Sejak Rosululloh hidup, sampai para muridnya (sahabat), dan pengikut-nya sampai tabi’it tabi’iin yang menjadi para imam itu yang senantiasa lurus dalam pengamalan agamanya, TIDAK ADA SATUPUN YANG MEMBERIKAN CONTOH ataupun permisalah contoh maupun perumpamaan lainnya, yaitu tentang nikah SIRI. Jadi nikah siri itu sebenarnya nabi sendiri tidak mengenalnya, ini perilaku baru (baca bid’ah)nya pemikiran dan perilaku orang-orang yang hidup ke kinian/jaman akhir. Istilah syir itu memang ada, yaitu syirrun wa’alaa niyan yang bermakna sembunyi, namun ini ditujukan ketika kita beramal, yaitu disuruh sembunyi-sembunyi. Nah, oleh orang-orang mutaakhirin, lalu digabungkan dg istilah nikah. Nikah itu ibadah, “Barang siapa melakukan satu amalan/ibadah yang aku (nabi) tidak contohkan, fahuwa roddun, maka amalan itu tertolak” (Hadits riwayat Bukhori dan Muslim). Namun kalau dalam urusan dunia, kata nabi “antum a’lamu bi umuuridunyaakum”, “kalian lebih jago/pinter dalam urusan dunia kalian. tq.

    @ bagus juga tanggapannya, semoga menjadi masukan untuk yang baca tulisanku ini ya…Trims lo…

  4. ia tuh mba……bnr bgt!
    dah tau yang namanya siri yang biasa dimakan nenek2 aje pait bgt………………..
    apalagi kawinnya….betul g’?

    @yang dimakan nenek2 tuh sirih…pait tapi ko nenek2 suka ya ? ah ada2 aja deh…:)

  5. saya cuma mau kasih masukan, kalo nikah siri dipidanakan kenapa praktek pelacuran di legalkan?? kl memang pernikahan siri di pidanakan, maka saya mohon kepada pemerintah pelacuran harus dibumi hanguskan!!! karena ini sudah bertentangan dan merusak moral bangsa!! Lebih gampangnya lagi saya mohon kepada pemerintah agar para calo/penghulu yang ada itu dibenahi lagi moralnya, kenapa?? dalam aturannya kalau menikah di kantor KUA dikenai biaya Rp. 15.000,- kalau di rumah Rp. 35.000,- Mengapa dalam prakteknya jauh lebih mahal biayanya tersebut??!!! dari Rp. 500.000,- hiongga lebih dari Rp. 1.000.000,-.

  6. Bagus banget mbak, harus nya perempuan yg melakukan dan akan melakukan nikah siri baca ini. Jd tahu kerugian dr nikah siri

  7. mau nikah kua mau nikah siri biarlah itu pilihan masing2 orang.
    nggak usah bilang yang nikah siri orang bodoh,
    orang bodoh adalah orang yang nggak mau menikah tapi maunya berzina.

  8. Assalammu’alaikum wr. Wbrt.

    Ulasan ttg Nikah siri, harus disepakati adalah ulasan yg tidak sekedar bersadarkan pada UU no. 1 tahun 1974, dan tidak pula bersandarkan pada analisis Rasionalisme belaka. Namun yg terpenting adalah menyandarkan pemahaman pada keimanan dalam menegakkan agama. Karena keimanan tersebut adalah diatas segala-galanya.

    Kalau dikatakan Nikah siri tidak ada di jaman nabi, itu adalah kekeliruan memaknai bahasa. Siri, diartikan secara bebas, sebagai ; diam-diam atau ekstrimnya rahasia. istilah siri timbul akibat era modernitas yang menciptakan lembaga perkawinan secara testruktur.

    Akibat UU no. 1 tahun 1974, yang menstrukturkan secara normatif tata cara berpoligami, dan menciptkan kesulitan berpoligami, maka laki-laki memilih menikah lagi dengan melakukan secara diam-diam atau siri. Sejak itulah timbul istilah Siri.

    Islam atau lebih tepatnya di zaman Rasullulloh Muhammad S.A.W., tidak pernah mensunnahkan adanya izin dari istri sebelumnya, apabila akan menikah lagi. Perkembangan modernitas dipahami secara Rasionalisme, sehingga su’udzon dan ketakutan-ketakutan terhadap nasib wanita dan anak-anak akibat nikah / siri mulai tercipta. Inilah salah satu bukti rendahnya keimanan, atas ketidakpercayaan, bahwa Allah S.W.T., akan menjaga kita semua, dari lahir, hidup, hingga mati.

    Hasbunalllah Wanikmal wakill, Nikmal maula Wanikman Nashiiir.

    Singkat kata, Kalau nikah siri dilarang, mengapa Poligami dipersulit ?. bukankah Rasulluloh Muhammad S.A.W., tidak pernah mempersulit Poligami ?!.

    Sekian.

    Wassalammu’alaikum. Wr. Wbrt.

    @Mh. Fadil :🙂 ulasan yang panjang, saya yakin anda orang yang sangat mengerti hukum Islam, sejujurnya saya tidak menyetujui apabila suami2 yang akan menikah lagi (berpoligami) tidak memerlukan ijin dari istri, dulu istri sudah dipilih untuk menjadi bagian hidup para suami, masa ketika suami akan menduakan mereka tidak memerlukan ijin dari istri…? betapa sedihnya kaum istri yang diperlakukan seperti itu…

  9. Kenapa nikah siri diributkan bahkan malah mau dipidanakan lagi. Mengapa orang mau nikah siri? karena 1. biaya nikah yang dicatatkan mahal walaupun sebenarnya dalam aturannya hanya tidak sampai 100 rb rph. Tapi kenyataannya,,,,,,, gak percaya coba cari tau sama yang baru nikah dgn KUA.
    mendingan kawin siri yang penting sah menurut agama. Kalau untuk PNS okelah, bisa kredit. karena perlu untuk tunjangan isteri dan akta catatan sipil anak-anaknya. kalau bagi orang-orang ekolem, untuk apa ? 2. Kalau kawin siri harus dicatatkan itu namanya bukan kawin siri. dan resikonya banyak krn melanggar UU. No.1/1974. harus ada izin isteri. dlsb bagi yg berpoligami.
    3. Bagi wanita yang ingin mencari tempat bergantung hidup, apakah ia harus jual diri atau berzina?
    Hati2 dan camkanlah iitu. Orang berzina gara2 manusia yg membuat peraturan, nanti diakhirat tunggu balasannya.

    @Soen : itulah pandangan seorang laki-laki yang hanya ambil enaknya aja…(sori ya) tanpa mau melihat jauh kedepan hati seorang wanita plus hak-haknya. Tidak ada seorang wanitapun yang mencari tempat bergantung ko harus menjual diri…justru wanita yang menjual diri tidak memerlukan tempat bergantung.
    Jangan menilai sesuatu secara ekstrim, anda bukan lelaki yang memikirkan hak seorang wanita…

  10. betul betul betul!! sejujurnya aku setuju3 ulasan mbak diatas, dipidanakan penjara tuh yg suka nikah siri spy kapok, takut yg resmi yah pake siri2 segala! emangnya kue apem. udah salah tak mau ngaku.idiih..

    @Ani : tahan emosi ya….🙂

  11. Saya setuju. Nikah itu adalah ibadah yang harus tertib administrasi. Sebab itu lebih mendatangkan ketenangan, kemudahan, dan ketertiban dalam bermasyarakat. Sebab, nikah itu masuk ke ranah sosial, bukan ranah individual. Dalam beragama, kita tidak boleh hanya melihat halal/haram, boleh/tidak, tetapi kita perlu melihat layak/pantas nya juga. Nikah siri itu halal, tapi ia tidak layak bagi masyarakat yang paham benar mengenai peraturan, ketertiban, dan ketatanegaraan. Semoga pemerintah kita bisa berusaha untuk memudahkan mereka yang ingin menikah, dari sisi biaya, fasilitas, dan pelayanan. Sehingga nikah siri dapat berkurang. Insya Allah.

    @Heru : semoga ya…

  12. Secara pribadi saya tidak setujuh dengan pernikahan siri…..namun apakah kalian tahu..bagaimana dengan orang yg tidak punya uang dan tidak memilki ktp (bagi orang desa ktp tidaklah penting,karna mereka sudah saling mengenal) dan pencatatan sipil selalu mempersulit pencatan pernikahannya..dengan meminta imbalan yg cukup besar..padahal sudah jelas namanya saja pencatatan sipil….jadi tugasnya sebenarnya hanya mencatat saja soal kebenarannya itu menjadi tanggung jawab pada masing-masing orang yg ingin dicatatkan pernikahannya…. .

    @Eka : setau saya nikah menurut islam tidak dicatat di Kantor Catatan Sipil, jadi jangan salahkan Kantor Catatan Sipil ya…sedang masalah KTP bagi warga negara itu wajib punya, apakah dia ada di kota atau di desa. KTP kegunaannya bukan hanya untuk menikah saja…tapi macam2 keperluan, wajarlah kalo tidak ada KTP kemudian segala urusan menjadi sulit.

  13. Dalam syarat syahnya nikah disebutkan ada dua saksi dari calon pria dalam hal ini saksi dimaksudkan untuk memperkuat telah terjadi pernikahan dengan demikian pencatatan merupakan bagian dari kesaksian, oleh karena itu pernikahan yang tdk dicatat pada lembaga yg berwenang maka pernikahan tsb belum memenuhi syarat, seharusnya pemerintah tidak perlu mengenal nikah sirih, nikah kontrak, nikah gantung dll. yang ada hanya satu pernikahan yg memenuhi persyaratan yg diberlakukan.

    @gunawan : betul, pemerintah memang tidak mengenal nikah siri, nikah kontrak maupun nikah gantung di Islampun demikian, mereka yang melakukan hal seperti itu kan mereka yang ingin menyimpang saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s