Persyaratan Pekerjaan bagi kaum Wanita dalam Islam

Kaum wanita memiliki hak yang sama dengan kaum pria untuk berperan aktif dalam berbagai aktivitas ekonomi di masyarakat mereka. Ada beberapa factor utama menyangkut berbagai pekerjaan bagi kaum wanita yaitu :


1.Kesejahteraan Masyarakat. Kaum wanita harus mempelajari lebih dahulu akibat – akibat yang mungkin timbul dari pekerjaan tertentu yang berpengaruh pada masyarakat. Apakah pekerjaan itu akan berdampak negative atau positif ? Apakah pekerjaan itu bakal memperbaiki kesejahteraan masyarakat, atau justru akan menimbulkan kehancuran moral ?


2.Kesejahteraan Keluarga. Karena keluarga dipandang sebagai fondasi kehidupan social, maka ia harus selalu sehat dan sejahtera. Jika pekerjaan seorang wanita atau seorang ibu menghancurkan kesehatan dan keharmonisan keluarga serta melemahkan hubungan kasih sayang diantara anggota-anggotanya, maka kaum wanita tidak sepantasnya menyibukkan diri dengan pekerjaan itu.


3.Kesejahteraan Individu. Jumlah pekerjaan harus dipertimbangkan sesuai dengan sejauh mana pengaruhnya bagi mereka. Apakah pekerjaan itu akan mengangkat statusnya dan membantu pertumbuhan mentalnya ? Apakah pergaulan dalam lingkungan pekerjaannya menimbulkan kesenjangan dalam pergaulannya dengan anggota-anggota keluarga lainnya ?
Apakah pekerjaan itu cocok dengan kondisinya atau tidak ?


4.Kemungkinan-kemungkinan dan Kekuatan. Dalam menawarkan berbagai pekerjaan kepada orang lain, harus diperhatikan pula siapa yang lebih sesuai dan cocok dengan suatu pekerjaan tertentu. Siapa yang akan membuahkan hasil lebih tinggi, dan siapa yang memiliki kemampuan lebih tinggi ? Siapa yang memiliki kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan itu?

Pada umumnya jika hal-hal di atas diperhatikan, maka hampir setiap pekerjaan apapun bisa diberikan kepada seorang wanita. Hal ini bukanlah hambatan bagi pekerjaannya, melainkan suatu bantuan dan manfaat bagi masyarakat. Jika makna persamaan berarti pembagian tanggung jawab, dan kaum wanita diharapkan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan berat seperti kaum pria, maka ini bukan lagi persamaan. Posisi wanita jauh lebih tinggi. Melakukan pekerjaan-pekerjaan tak ralistis mengakibatkan timbulnya kehancuran fitrah alami kaum wanita.

LISTIANA ADVOKAT.
Referensi : “Bimbingan Keluarga dan Wanita Islam” oleh Husain ‘Ali Turkamani.

5 thoughts on “Persyaratan Pekerjaan bagi kaum Wanita dalam Islam

  1. Wah bagus banget kulasannya Mbak Lis, jadi makin faham akan makna sebenarnya utk wanita pekerja seperti saya. Oyach, mohon ma’af dan maklum yach mbak Lis karena baru sempat berkunjung lagi nich 🙂 🙂 🙂
    Best regard,
    Bintang

  2. Makasih Masciput…., makasih Elindasar, apa kabarnya nih ? aku juga belum sempat jalan-jalan kemana-mana nih…..lg dipingit kali ya….Duuuuuh Reny segitunya kali….bangga lho jadi ibu RT…
    Salam,
    Listiana Advokat

  3. Pada dasarnya wanita jg pnya tnggjwb trhadap dirinya dan kluarganya, skalipun tdk sbesar tggjwb si suami (jika berumah tgga). Ke empat point d atas adalah gambaran dasar, tp sayang adakah wanita yg bkerja skarg ini adalah trkait dgn ke empat alasan di atas? Rasanya hampir dah ga ada deh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s