Hukum Merokok

Akhir-akhir ini diberitakan bahwa merokok akan menjadi haram hukumnya, dan hal tersebut masih diperdebatkan, karena ada yang tidak setuju bila merokok diharamkan.

Bagaimana pandangan Islam tentang merokok tembakau apakah halal atau haram ?

Tembakau yang digunakan untuk merokok tidak dikenal dimasa Nabi, sehingga tidak bisa diterangkan tentang halal dan haramnya. Tetapi segala sesuatu pada asalnya adalah mubah/halal, kecuali jika ada dalil yang mengharamkannya, atau tampak adanya bahaya yang kemudian bisa ditetapkan hukum haramnya. Jika sekiranya dengan merokok tembakau itu dapat menimbulkan bahaya baginya terhadap kesehatan dirinya maupun kewajiban yang harus ditunaikan, maka hukumnya haram. Dan jika bahaya yang ditimbulkan lebih sedikit maka hukumnya adalah makruh. Tetapi bila kita renungkan kembali makna dari merokok yaitu :

  1. Merokok termasuk dalam satu pemborosan harta,

  2. Merokok dapat menimbulkan polusi bagi orang-orang yang ada didekatnya,

  3. Merokok dapat menimbulkan gangguan pada paru2 dll seperti yang selalu diperingatkan oleh pemerintah.

Sebaiknya kita harus menyadari bahayanya merokok, sehingga tidak perlu harus diambil hukum merokok halal ataukah haram, dengan kesadaran kita sendiri kita dapat menentukan baik buruknya merokok.

Bagi siperokok apakah dia termasuk perokok berat atau tidak sebaiknya merokok ditempat yang jauh dari orang-orang yang ada disekitarnya apalagi jangan ada didekat anak-anak ataupun wanita hamil, sebab mereka akan menjadi korban terkena asap rokok.

 

Listiana Advokat.

 

 

6 thoughts on “Hukum Merokok

  1. wah ini nih., aku juga gak suka banget sama asep rokoknya. Rokok sebenernya gak berbahaya lho… ya iyalah soalnya kalo gak dinyalain ya gak berbahaya… coba kalo rokok didiemin aja…😀

  2. Aku rada pusing juga cium baunya mba… nggak banget deh kalo merokok, tapi suwamiku, bokap n atokku pada merokok semuanya…😉
    Malah atokku walaupun umurnya udah lebih dari 65 taon malah pernah nyelutuk begini mba: “Apa berhenti merokok??? Temen-temen atok banyak yang gak merokok udah pada meninggal semua….”:mrgreen:
    Halah… mo bilang apa lagi neh kalo jawabnnya udah seperti ini, padahal kitanya sayang ma beliau, tapi…😦

  3. setuju mbak,
    MUI tak perlu keluarkan fatwa haram merokok
    terpulang pd kesadaran masing2
    yang pasti rokok itu merusak kesehatan
    dan menguras isi dompet

  4. tak ada yang bisa melarang orang merokok walaupun djatuhkan vonis Haram sekalipun.merokok adalah kebebasan pribadi namun yang disebut kebebasan juga ada batasan.jangan jadi orang yang merasa benar menganggap merokok itu salah atau haram.Hi orang2 yang sesat bertaubatlah kalian .kalian bukanlah seorang Nabi yang bisa memvonis haramnya merokok .ingat itu

  5. buat alimu kohar
    sy ingin menambahkan buat alimu kohar
    – emang kita bukan nabi kok tp sbnarnya sudah jelas2 rokok itu ada ayatnya dan hadist nya kok tinggal kita berfikirnya aja dalam gak…..pasti km nungguin kan gimana MUI coba sy ingin bertanya eamng agama km MUI apa islam berfikir dong…kita itu diberikan otak oleh allah untuk berfikir yang ada di al-quraan bukan menunggu keputusan yang sebenarnya itu ada unsur polotik masa aturan allah bisa di makruhkan gara2 rokok di indonesia itu penghasil terhebatt coba fikirkan
    Jakarta, 29/10/2007 (Kominfo-Newsroom) – Larangan merokok di tempat umum yang diatur dengan Perda DKI Jakarta, jika tidak ditaati bisa dikategorikan haram hukumnya, karena berdasarkan kaidah usul fiqih setiap hukum larangan adalah haram dan wajib ditaati.

    Ketua Komisi Pengkajian dan Pengembangan MUI Pusat, Prof. DR. Utang Ranuwijaya menyampaikan pandangannya di Jakarta, Senin (29/10) terkait hukum fiqih dari rokok yang menurut dia sudah pernah dibahas oleh MUI.
    Dalam pembahasan tersebut, katanya, sebagian ulama lebih banyak berpendapat bahwa hukum merokok adalah makruh, bahkan ada pandangan lebih keras bahwa merokok itu haram karena lebih banyak mudharat daripada manfaatnya antara lain memumbazirkan harta dengan membeli rokok yang bukan kebutuhan hidup.

    Selain itu merokok lebih banyak sisi negatifnya, seperti merusak kesehatan tubuh, merugikan orang lain yang terganggu dengan asap rokok dan mencemari lingkungan dengan sampah-sampah bekas rokok. “Saya fikir
    dari pertimbangan para ulama bahwa merokok lebih banyak negatifnya, maka hukumnya bisa dikatagorikan haram.”
    Meski demikian, para ulama juga belum semuanya memberikan kesepakatan bahwa merokok hukumnya

    haram dengan pertimbangan ekonomi, seperti para pekerja pabrik rokok yang akan kehilangan penghasilannya jika ada fatwa bahwa merokok itu haram, juga berkurangnya pendapatan dari cukai rokok.

    Terlepas banyaknya perbedaan pandangan tentang haram atau tidaknya merokok dari sebagian ulama, dia berpendapat kebiasaan merokok yang dapat merusak kesehatan bisa dihilangkan jika ada kemauan dan niat yang sungguh-sungguh.
    Meskipun Komisi Pengkajian MUI belum melakukan pembicaraan dengan Komisi Fatwa untuk membahas kelanjutan tentang hukum merokok secara lebih mendalam, dia lebih setuju merokok bisa difatwakan haram hukumnya, karena jelas banyak bahayanya dari pada manfaatnya.

    Menurut Ketua MUI, KH. Ma’aruf Amien, yang masih menjadi pertimbangan saat ini adalah nasib para petani tembakau dan juga ratusan karyawan yang bekerja di pabrik rokok. MUI belum dapat menyelesaikan berbagai kendala yang ditimbulkan oleh rokok baik dari segi aspek perseorangan maupun sosialnya.
    Di Indonesia, proses untuk mengharamkan merokok tidak semudah seperti di beberapa negara misalnya Arab Saudi dan Malaysia, di mana lembaga fatwanya sudah menetapkan rokok sebagai barang haram. “Di negara-negara itu tidak ada petani tembakau ataupun pabrik rokok, jadi lebih mudah mengeluarkan fatwanya<‘ katanya.
    Dia mengakui, perdebatan soal haram atau tidaknya rokok ini sudah berlangsung lama di MUI, “karena itu kami terus mengumpulkan data-data konkrit untuk melihat mudharatnya yang terbesar, sebab rokok itu haram bukan zatnya, tetapi dampak akibat mengkonsumsinya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s