PEJUANG WANITA ATAU WANITA PEJUANG

Judul ini saya ambil dari komentar seorang blogger kepada saya dalam mengomentari tilisan-tulisan saya di sebuah blog yang saya buat. Entah mengapa dia mempertanyakan “apakah saya ini pejuang wanita atau wanita pejuang ?’ Pertanyaan itu telah menggugah nurani saya, siapakah saya ini sesungguhnya ? akan menjadi yang bagaimanakah saya dimata masyarakat khususnya kaum wanita.

     Saya seorang wanita biasa, ibu rumah tangga, isteri dari seorang pria yang juga biasa-biasa saja menurut pandangan orang banyak. Tetapi bagi saya, saya bangga menjadi wanita, menjadi ibu dari seorang anak laki-laki, menjadi isteri dari seorang pria yang baik dan selalu memberikan dorongan serta dukungannya kepada saya agar saya dapat terus memberikan apa yang saya miliki kepada kaum wanita.
     Memang tidak banyak yang saya miliki, tetapi insya allah apa yang saya ketahui dapat bermanfaat bahi orang banyak terutama untuk kaum perempuan.
     Bagi saya perempuan bukanlah makhluk yang lemah, justru saya sebagai perempuan merasa kuat. Bagaimanapun juga kodrat saya sebagai perempuan, sebagai wanita tetap harus saya syukuri.
     Saya telah memilih untuk menjadi isteri dan kemudian menjadi ibu, inillah kodrat, kodrat yang harus saya jalani dan saya tidak boleh melawan kodrat ini.
     Menjadi isteri mungkin ada yang berpendapat bahwa akan habislah waktu hanya untuk mengurus rumah tangga, anak dan suami. Saya merasa disinilah saya harus berjuang bagaimana menjadi isteri dan ibu yang sukses, dan perjuangan itu baru saya mulai.
     Profesi saya yang utama adalah sebagai wanita rumah tangga (istilah yang digunakan oleh La Rose). Dulu sebelum sebagai isteri dan menjadi ibu saya telah berprofesi sebagai Pengacara/Konsultan Hukum. Meskipun profesi sebagai Pengacara masih tetap saya genggam, tetapi saya harus mengutamakan profesi sebagai wanita rumah tangga.
     Banyak dari teman-teman seprofesi terutama dari kalangan kaum pria mengatakan bahwa saya telah mengesampingkan/melecehkan profesi sebagai pengacara, dimana profesi ini menjadi mata pencaharian utama kaum pria. Sungguh saya “geli” mendengarnya, mungkin maksudnya banyak pria yang dengan susah payah mendapatkan profesi ini, tetapi saya seorang wanita yang sudah menjadi Pengacara malah menomorduakannya.
     Begitu pun dari teman-teman perempuan, mereka mengatakan bahwa sangat disayangkan bila saya harus meninggalkan profesi sebagai pengacara. Dan katanya lagi menjadi wanita rumah tangga tidak mempunyai wawasan yang luas, terkurung bagaikan katak dalam tempurung.
     Tapi Alhamdulillah pikiran saya masih jernih, segala sikap dan perkataan mereka tidak menjadikan saya merubah tekad saya sebagai isteri dan ibu yang sukses. Semua tergantung bagaimana kita dapat memanfaatkan waktu sebagai wanita rumah tangga, sekaligus dapat bermanfaat bagi masyarakat umum, khususnya kaum wanita.
     Disela-sela kesibukan saya sebagai wanita rumah tangga, saya selalu menyempatkan diri untuk membaca buku-buku yang isinya dapat saya sebarluaskan untuk mereka kaum wanita dan juga pria yang sekiranya terlewatkan tidak sempat membaca buku yang saya baca. Apa yang sudah saya baca, saya mencoba menuangkannya dalam sebuah tulisan sederhana yang saya publikasikan memalui blog. Lewat blog saya ingin berbagi kepada kaum wanita dan masyarakat luas sedikit ilmu yang saya ketahui.
     Kemajuan teknologi diabad ini memang betul-betul memudahkan kita untuk melakukan banyak hal. Tetapi kemajuan teknologi yang ada akan lebih bermanfaat dan berdaya guna bila kita melakukan hal-hal yang positif.
     Oleh karenanya saya sebagai wanita rumah tangga tidak ingin mensia-siakan kesempatan yang ditawarkan teknologi yang ada. Saya mencoba melakukan sesuatu melalui teknologi dan berharap dapat diterima serta dapat memberikan yang terbaik untuk kaum wanita khususnya dan juga masyarakat luas pada umumnya.
         Memang profesi yang saya miliki ini membuat saya bangga, tetapi kembali pada judul di atas, sudahkah saya menjadi Pejuang wanita atau menjadi Wanita Pejuang. Bagi saya pejuang wanita atau wanita pejuang bukanlah hal yang penting, yang paling penting menurut saya bagaimana partisipasi saya sebagai seorang wanita diabad yang menjanjikan teknologi yang tinggi ini. Dapatkah saya memberikan yang terbaik untuk kaum wanita khususnya dan kaum pria pada umumnya.
     Bahwa harapan untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan diabad globalisasi ini saya mencoba melakukannya melalui internet, jendela dunia untuk dapat mencari dan memberikan informasi dunia khususnya tentang wanita.
     Kemajuan teknologi menjanjikan segalanya baik positif maupun negatif tetapi tetap harus jeli menyeleksi segala yang diberikan kepada kita.
     Semoga wanita Indonesia tidak lagi merasa terkurung sebagai wanita rumah tangga, karena tetap dapat melihat indahnya dunia dan mengetahui segalanya melalui “Jendela Dunia”.
Bangkitlah kaum wanita Indonesia.
Listiana Advokat.

17 thoughts on “PEJUANG WANITA ATAU WANITA PEJUANG

  1. keputusan yang luar biasa mba list…
    Saya yakin suami juga anak-anak bangga memiliki istri dan ibu seperti mba…
    dan saya (mungkin juga perempuan2 lain) bangga, karena mba list mendedikasikan hidup untuk kemajuan wanita Indonesia tanpa harus mengesampingkan “indahnya” kehidupan rumah tangga. Salut!!!!

  2. meskipun saya sukanya iseng di situs saya, namun membaca artikel anda, rasanya anda seseorang yang sangat hebat dibandingkan saya yang cuman suka iseng..

  3. Buat wanita, menurut saya susah untuk mensetarakan antara rumah tangga dan karier.. apalagi Mba list sebagai Pejuang Wanita dan Wanita Pejuang.. Tetap sukses dan semangat Mba…

  4. waduh udah lama gak mampir aku baru punya internet lagi sloowww banget.

    Sayangnya tidak semua wanita Indonesia beruntung bisa menikmati kemajuan teknologi, seperti aku misalnya hehe…

    pake telkom flash koneksinya putus-putus😦

  5. saya merasa sangat bangga sebagai perempuan karena buat saya perempuan yang hebatlah yang benar benar ada di belakang setiap lelaki hebat

    ga perlu dibilang pejuang apapun… yang jelas jadi perempuan buat saya hal yang menyenangkan yang terjadi dalam kehidupan saya😉

  6. Subhanallah…

    Inilah yang disebut sebagai EMANSIPASI…

    Terkadang,banyak wanita yang menyalah artikan persepsi tentang Emansipasi.. Dengan salahnya persepsi mereka, maka negara ini diambang kemrosotan…

    ALLAHU alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s