Membina Keluarga Sakinah : Kesalahan Memilih Pasangan

Keluarga, dimulai dari ikatan pernikahan. Ketika itulah terbentuk keluarga baru. Seorang laki-laki harus berhati-hati dalam menentukan siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya. Banyak kriteria dalam memilih calon isteri, namun Rasulullah SAW memberikan arahan pada umatnya :”Sesungguhnya wanita itu dinikahi karena 4 hal : karena Kecantikannya, hartanya, keturunannya, dan agamanya. Maka dari itu utamakanlah agamanya, pasti engkau mendapatkan berkah” (Muslim dan Tirmidzi).

Rasulullah menegaskan bahwa wanita beragamalah yang harus diutamakan. Hanya dengan ini kebahagiaan dapat tercipta dengan baik. Cita-cita mulia dalam membina keluarga “Mawaddah wa rohmah” keluarga yang diselimuti oleh kasih sayang Allah SWT, dan juga para anggota keluarganya.

Sangat tidak mungkin bila seorang laki-laki menginginkan keluarga yang baik sementara sejak awal tidak memperhatikan hal-hal tersebut diatas. Sebab jika suami tidak membimbing isterinya sejak awal maka disinilah timbulnya segala permasalahan.

Begitu juga bagi seorang wanita harus hati-hati pula dalam menerima pinangan laki-laki. Harus diperhatikan akhlak dan agamanya. Orang tua bertanggung jawab untuk mengarahkan anak perempuannya demi kebahagiaannya di dunia dan akhirat.

Semoga Allah menerima usaha kita dan melimpahkan sakinah mawaddah wa rahmah pada keluarga kita Amin.

Listiana Lestari

Diambil dari tulisan Ustdzah Umi Hajar,Lc. “Membina Keluarga Sakinah”

18 thoughts on “Membina Keluarga Sakinah : Kesalahan Memilih Pasangan

  1. saya rasa semua perlu belajar dan tetap belajar. untuk mendapat yg terbaik tentu kita harus yg terbaik lebih dulu. semua kan memang ada ukurannya. instrospeksi diri kita, dominan apa yg lebih baik ketimbang orang lain. bila agama yg kurang, tentu kembali lagi untuk lebih mempelajari dan melaksanakan syariat lebih mendalam

  2. wah kudu siap2 nih berbenah dari sekarang. Banyak belajar agar tidak tersesat ditengah jalan, spt apa yg dikatakan boss diatas.
    Ilmu yang paling baik adalah belajar, mengamalkan dan mengajarkannya.

  3. Masalahnya skrg kudu hati-hati. Orang yg kita kira baik, kadang ternyata tidak seperti yg diharapkan. Sementara seseorang yg awalnya terlihat urakan, ternyata stlh nikah luar biasa baik dan bertanggungjawabnya.

    Tapi panduan dari nabi itu memang yg terbaik.

  4. salah oilih pasangan?
    ada katakata bagus neh..
    jangan menikah dengan orang yang dicintai
    tetapi cintailah orang yang dinikahi..
    makanya ta’aruf..
    heheh

    yuk mampir tempatku semua yang baca ini..
    hehehe promosi

  5. nafsu menyebut cantik karena wajah
    akal menyebut cantik karena kepandaian
    hati menyebut cantik karena akhlak
    orang bijak tidak jatuh hati karena wajah
    tapi karena perjuanganya dijalan Alloh

  6. Assalammualaikum wr wb..

    Maaf ya…( “sok tahu”.).. menurut saya pengalaman yang paling penting dipernikahan adalah ikhlas… mau menerima pasangan yang telah dipilhkan Allah (milihnya gak boleh “ngeyel” apa yang tersirat di”kerentek-e” hati waktu sholat istikharah harus diterima… apapun itu…)

    Karena pasangan kita bukan hanya “pelengkap” dalam hidup kita tapi juga “individu” merdeka yang punya keinginan (yang kadangkala bikin sebel dan kesal). Kalau ikhlas jadi landasan utama insya Allah apapun itu… laaapppaaaannng aja. Hidup pun jadi indah.

    Wassalammualaikum wr wb

    PS : Makasi ya… udah boleh nimbrug… Oya”rumah” ku di http://maaini.wordpress.com …. silahkan mampir….

  7. Bagaimana dengan perjalanan kehidupan rumah tangga yang bila pasangannya tidak mau ikut manhaj salaf?
    Apakah masih bisa dikatakan sakinah?
    Atau haruskah dua-duanya bermanhaj salaf?

  8. Assalamu’alaikum.
    Ana hanya mau kasih saran saja, bagaimana bila rumah tangga yang sakinah tersebut tetap dijadikan ukuran dalam membina rumah tangga……
    Kalau bisa dapat istri yang bercadar, solehah, dan taat sama suami

  9. Assalamu’alaikum
    Bagaimana bila kita semua berpatokan dengan type keluarga yang sakinah saja, jangan cari istri atau suami yang tak karuan dan menyalahi syariat.
    Kalau bisa kita semua dalam membina rumah tangga harus bermanhaj salaf.
    Jangan kita menjadi ahlul bid’ah (mubtadti)

  10. semu dah pada pinter2 dalam ngasih jawaban..
    tapi kalo bisa ngasih jawaban yang sesuai dengan kenyataan yang ada (pengalaman pribadi dlm membina keluaga sakinah) jangan cuma dari hati nurani aj..
    sebelumnya minta maaf : apabila tulisan ini menyinggung banyak pihak. sekali lagi maaf yang se-besar2-nya, sekian TERIMA KASIH,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s