Mungkinkah Perceraian menjadi jalan terakhir yang terbaik ?

Memang tidak mudah menghadapi keadaan dimana suami pernah atau sedang terlibat dalam hubungan dengan orang ke 3 atau yang sering disebut selingkuh.

Selama bertahun-tahun ia merupakan suami yang setia, sekali tergelincir apakah masalah ini harus diselesaikan dengan perceraian ? Memang masalah ini adalah masalah yang paling pribadi, karena hanya mereka yang terlibat langsung yang dapat merasakan bagaimana masalah ini mempengaruhi kehidupan jiwa dan raga mereka.

Seorang wanita yang bercerai pada usia dibawah 30 tahun masih mempunyai lebih banyak kesempatan, baik untuk bekerja maupun untuk memulai kehidupan berumah tangga yang baru. Tetapi bagaimana apabila usia sudah setengah abad ? kecuali kalau memang sudah bertekad dalam hati untuk menghadapi semu akibat dari perceraian itu.

Mungkinkah perceraian menjadi jalan terakhir yang terbaik ?

Ada hal-hal yang perlu kita kaji kembali. Penyelewengan yang dilakukan suami terhadap istrinya sebab ada beberapa tipe  wanita yang merusak rumah tangga yang selalu siap memasang jerat untuk para pria yang berusia antara 30 tahun sampai 55 tahun, diantaranya :

1. Wanita yang menyakiti dirinya sendiri. ( self destructive) :

Wanita serupa ini akan bercerita tentang hubungan cintanya dengan pria yang sudah beristri dan ia menampilkan diri sebagai wanita yang berbaik hati. Ia tidak igin pria itu meninggalkan keluarganya, maka ia rela hidup sebagai kekasih gelap.

2. Wanita yang hanya ingin mengisi malam yang sepi.

Wanita semacam ini suka mengadakan hubungan dengan pria yang sudah beristri, tujuannya tidak ingin memiliki sebagai suami karena memang tidak membutuhkan suami, yang ia butuhkan hanyaseorang teman untuk mengisi malam-malamnya yang sepi. Ia mengagumi pria yang berpengalaman. Tapi tipe wanita seperti ini selalu merindukan sesuatu yang dapat menyegarkan jiwa dan raganya. Karenanya bila ada yang lebih baik ia akan segera meninggalkan si pria.

3. Wanita yang membenci ibunya sendiri (lady mather hater).

Wanita ini bertolak dari itikad untuk merusak tiap wanita yang sudah rumah tangga. Seakan semua wanita yang berusia setengah baya adalah musuhnya. Masa kanak-kanaknya tidak bahagia karena ia merasa ibunya telah merebut lelaki yang dipujanya yakni ayahnya sendiri. Karenanya ia amat membenci setiap wanita yang sudah berumah tangga. 

Jangan cepat memutuskan untuk bercerai bila kita hanya akan menyesal melepaskan milik kita yang paling berharga hanya untuk wanita2 dengan tipe2 seperti tersebut diatas. Mengapa harus mengorbankan perkawinan andaikata suami terlibat dengan wanita macam ini.

Banyak wanita-wanita yang bercerai karena suami menyeleweng pada dirinya ada penyesalan yang sering kali ada.

listiana_sh@yahoo.com

2 thoughts on “Mungkinkah Perceraian menjadi jalan terakhir yang terbaik ?

  1. ==bingung==🙂 Untuk pria mungkin tulisan ini sedikit membingungkan tapi yakinlah bahwa Mang Udju adalah pria terbaik yang pernah saya temui…dan saya percaya Mang Udju.

  2. Perceraian adalah masalah halal yang tidak disukai Allah, sedapat mungkin hindari perceraian, karena dampaknya banyak dan berlarut-larut tidak berujung.
    Semoga kita terhindar dari hal-hal seperti ini.
    *Amin…semoga*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s