BEBERAPA MASALAH TENTANG HIBAH

Bahwa perbuatan hukum hibah tidak dapat dilakukan diam-diam, harus ada perbuatan nyata atau persetujuan nyata dari pemberi dan penerima hibah, dengan kata lain harus ada ikrar yang tegas dari penghibah.

 

Perbuatan hukum berupa hibah tanah yang dilakukan oleh bukan pemilik tanah adalah tidak sah, karena bertentangan dengan hukum dan hak milik orang lain, hibah yang demikian dapat dibatalkan.

 

Hibah juga tidak boleh disertai dengan syarat-syarat seperti penerima hibah berkewajiban memelihara pemberi hibah selama ia masih hidup.

Listiana Advokat

About these ads

105 thoughts on “BEBERAPA MASALAH TENTANG HIBAH

  1. Yth. Ibu Listiana Lestari
    Bagaimana ketentuannya seorang suami dan istri yang bercerai dan sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap dari Pengadilan Agama, dan sepakat untuk kepentingan anak-anak mereka, memberikan hibah kepada anak-anaknya tersebut ? Masalah yang timbul adalah anak-anaknya masih di bawah umur. Mohon diberikan penjelasan ya Ibu. Terima kasih atas perhatiannya.
    Wassalam Wr.Wb

    Arief.

  2. Yth, Ibu Listiani Lestari
    Apakah hibah atas rumah orang tua kepada salah seorang anaknya (berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia) masih dapat digugat baik oleh oleh tuanya sendiri (yang memberi hibah) maupun oleh saudara kandungnya dikemudian hari ?

    Apakah hibah yang telah dilakukan atas rumah orang tua kepada salah seorang anaknya dapat mengurangi hak warisan anak yang telah menerima hibah tersebut dikemudian hari ?

    Terima Kasih buat kesempatan ini.

    Salam Sejahtera.

  3. Apakah hibah atas rumah orang tua kepada salah seorang anaknya didepan notaris masih dapat digugat baik oleh orang tua sendiri maupun oleh saudara kandungnya dikemudian hari?
    Terima kasih.

  4. Yth. Ibu Listiana Laestari.
    Bagaimana bisa menghibahkan sebuah bidang tanah sertifikat hak milik atas nama warga Negara Indonesia, di mana ahli waris adalah orang asing.
    Terima Kasih sebelumnya atas komentar dan saran Anda.
    Hormat kami

  5. YTH.ibu LISTIANA LESTARI
    bagaimana status hukum hibah di indonesia ketika suami-istri yang sedang menjalani proses cerai namun belum ada putusan.
    sang suami ingin menghibahkan sebagian hartanya kepada anak-anak kandungnya agar harta tersebut tidak diganggu oleh pihak manapaun setelah adanya keputusan dari majelis hakim?
    terima kasih

  6. bagaimana status hukum hibah di indonesia ketika suami-istri yang sedang menjalani proses cerai namun belum ada putusan.
    sang suami ingin menghibahkan sebagian hartanya kepada anak-anak kandungnya agar harta tersebut tidak diganggu oleh pihak manapaun setelah adanya keputusan dari majelis hakim?
    terima kasih

  7. saya sejak kecil ikut bibi.
    bibi tidak punya anak.dan suaminya adalah anak tungal dan orang tuanya juga sudah meninggal.
    secara administrasi saya belum di adopsi.tapi di mana mana beliau berdua saya di aku anak.
    waktu suami masih hidup separo hartanya di hibahkan ke saya.dan sudah di notariskan.
    pertayaannya klu menurut islam jumlah yang saya terima jumlahnya menyalahi aturan tidak? saya dengar dengar hibah hanya boleh 1/3 dari harta.
    kemudian bagian bibi hartanya pesan bibi untuk menghajikan ponakannya semua berbetuk uang dan sisa baru boleh untuk warisan adik adiknya.
    sedang harta rumah beserta isi dihibahka ke saya,
    masalah yang kedua ini menurut islam bagaimana?
    hati kecil saya dari awal adalah menemani beliau sampai meninggal,sekarang tinggal bibi yang sudah tua.dan saya tidak boleh bekerja.
    dan saya ikuti permohonannya untuk mendampingi beliau.
    istri saya bisa memahami dan harta yang diberikan ke saya cukup untuk bulanan kami.
    adik adik bibik mengira warisan besuk kalau bibi meninggal banyak.
    bibi semua hal tidak cerita adikadiknya ,beliau gak mau ribut dan semua hal langsung ke notaris

  8. Yth.Ibu Listiana,
    Saya sedang menghadapi masalah pembagian harta waris. Satu aset waris ini berupa tanah dijual almarhum ibu saya sewaktu hidup, separuhnya kepada adik ibu. Pada saat pemecahan sertifikat, ada kesalahan pengukuran, sehingga untuk mempermudah prosedur diikutsertakan proses hibah dari ibu saya ke kakak tertua saya. Saat itu alasan ibu saya bukan menghibahkan kemudian menjadi hak kakak, hanya pinjam nama. Tetapi setelah ibu meninggal, kakak saya mengclaim bahwa tanah yang dihibahkan ibu tidak boleh diganggu gugat lagi oleh adik-2nya. Padahal alm ibu tetap berpesan agar semua aset dibagi rata. Saya sebagai salah satu ahli waris tidak tanda tangan. Bagaimana pandangan ibu?

  9. gmna caraya ngurus hibah orang tua yang sekarang di salah gunakan orang lain. tanpa ada sepengetahuan kluarga. seolah dia ingin menguasai hibah itu. sementara tanah itu jelas jelas punya kluargaku. dan udah disaksikan warga duluya. cma blum di notaris. makasih…..

  10. Aris,
    Kalo hibah itu ada saksinya, maka segeralah ke Notaris untuk dibuatkan akta Hibah, bila orang tua masih ada, tidak ada kesulitan, tapi kalo ortu gak ada, maka bila harta yang dihibahkan tersebut masuk dalam harta waris, sebaiknya ajukan gugatan terhadap orang yang sudah menguasai harta hibah dari ortu.

  11. Bu, mau tanya.
    Almarhum Mertua laki2(A) membeli tanah dan bangunan dan membuat sertifikat atas nama anak pertamanya (B). Kemudian A membuat akta hibah kepada mertua perempuan (C) atas sertifikat tsb. Dalam akta hibah tersebut tertulis C sebagai menerima hibah sebagai kuasa dari B karena umurnya waktu itu masih 14 thn.
    Pertanyaan:
    1. Sekarang B mengklaim bahwa rumah dan tanah adalah milik dia (sesuai di sertifikat) dan berniat mengusir C beserta ke-3 anaknya, apakah bisa seperti itu ?
    2. Akta hibah yang dibuat karena B masih dibawah umur apakah otomatis batal jika B sekarang sudah > 17 tahun ?
    3. Jika C ingin membuat sertikat baru (dari akta hibah itu) atas nama ke-4 anaknya (termasuk B) apakah bisa?
    Demikian, Mohon petunjuknya Bu.

    @Cecep : dari cerita diatas, saya ambil kesimpulan, C hanyalah sebagai kuasa untuk menerima Hibah atas nama B, jadi sesungguhnya B adalah pemilik dari tanah dan bangunan tsb,
    pada saat usia B 17 th justru B punya hak penuh menguasai tanah dan bangunan. C tidak boleh membuat sertifikat baru atas tanah dan bangunan menjadi atas nama ke 4 anaknya termasuk B. C dan 3 anaknya yang lain hanya dapat menggugat B untuk membagi harta waris ayahnya yang telah dihibahkan ke B seluruhnya, karena hibah yang telah diterima oleh B sesungguhnya adalah harta warisan yang ditinggalkan oleh ayahnya.

  12. Yth Ibu Listiana,

    Saya mau tanya seputar hibah, orang tua saya mempunyai 2 org anak, saya dan adik laki2 saya, kedua orang tua saya masih ada. Orang tua saya bermaksud hibah rumah kepada saya.

    Apakah perlu persetujuan dari adik ?

    Apabila tanpa persetujuan dari adik saya, orang tua saya hibah rumahnya kepada saya, apakah bisa di gugat oleh adik saya setelah orang tua saya meninggal ?

    Apakah adik ipar saya bisa mengajukan gugatan ke pangadilan tanpa persetujuan adik saya ?

    Terima Kasih, Mohon petunjuknya.

  13. Hibah memang harus disetujui oleh anggota keluarga yang lain dalam hal ini ahliwaris, tetapi pada dasarnya karena orang tua yang memberi semua tergantung pada orang tua. Asalkan hibah yang diberikan tidak melebihi 1/3 dari harta waris maka hibah tidak dapat digugat.
    Kalo adik ipar tidak bisa menggugat tanpa persetujuan adik kandung, yang berhak menggugat hanya adik kandung atau saudara kandung.

  14. Hibah memang harus disetujui oleh anggota keluarga yang lain dalam hal ini ahliwaris, tetapi pada dasarnya karena orang tua yang memberi semua tergantung pada orang tua. Asalkan hibah yang diberikan tidak melebihi 1/3 dari harta waris maka hibah tidak dapat digugat.
    dasar hukum formil punya ta bu?

    @Akbar : Kalau anda seorang yang telah belajar di fak hukum, tentunya dasar hukum ini bisa anda temukan pada Hukum Perdata khususnya ttg Warisan, Wasiat dan Hibah, ini pun diatur dalam Kitab Undang2 Hukum Perdata.

  15. bisakah hibah dibuat dengan akta pernyataan hibah berikut kuasa menghibahkan yg dibuat secara notariil (seperti ikatan jual beli&kuasa menjual)?
    terimaksih

    @ Nana : bisa saja.

  16. bagaimana hukumnya, ketika orang yang diberi hibah tersebut meninggal dunia.
    terus, ke siapakah hibah itu diberikan, sementara ia tidak mempunyai anak…!!!
    terima kasih..

    @Pandu:Bila orang yang diberi hibah kemudian meninggal dunia, hibah itu akan jatuh ke ahliwarisnya, apabila ia ti tdk memiliki anak,maka yang menjadi ahliwarisnya adalah orang tua,saudara sekandung.

  17. Bu listiana di tempat.

    saya ada kasus seperti ini.
    Tanpa sepengetahuan sebagian anak nya (kami berempat 2 tahu 2 tdk tahu) ibu menghibahkan sebidang tanah yg masih satu pekarangan dengan rumah kepada lembaga yg di wakili seorang dr lembaga tersebut. setelah kami yang di rantau pulang kami tanyakan alasan mengapa di hibahkan tanpa memberitahu kami (alasan yang di berikan karena ibu kurang paham masalah hibah waktu itu’katnya untuk mempercepat pengurusan ijin lembaga tersebut dan IMB nya) lalu di buat akta hibah di notaris dengan nama seorang dari lembaga tersebut yg di ikuti atas nama lembaga tersebut.
    pertanyaan kami apakah hibah tersebut dapat di batalkan?
    Karena tanah tersebut masih atas nama Alm. Ayah kami, dan status sertifikat masih berada di bank sebagai anggunan ketika ayah belum meninggal. dan saat ini kami bermaksud menebus tetapi terkendala surat hibah tersebut.
    jika dapat di batal kan mohon informasi landasan hukum nya karena kami tidak dari jurusan hukum.
    sebelum dan sesudah nya kami ucapkan terimakasih

  18. ibu listiana di tempat
    Kakek saya almarhum semasa hidup beliau ditugaskan menjaga sebidang tanah orang lain,kemudian tanah tersebut dijual dan kakek saya dihibahkan tanah seluas 100m2 dari pemilik pertama dan mendapat surat hibah tanah seluas 100 m2 dari pemilik pertama,setelah tanah itu dijual pemilik tanah yg kedua juga memberikan tambahan sebidang tanah seluas 50 m2 disatukan dengan yg pertama jadi 150m2,tapi pemilik ke dua belum memberikan suratnya.sedangkan PBBnya sudah jadi satu 150 m2,dibayar sejak tahun 1990 an. Mohon petunjuk setatus hukum tanah tersebut,dan bagaimana cara pengurusan sertifikatnya.supaya orang tua saya,anak dari alm kakek bisa mengurusnya
    Sebelumya terikasih.
    salam
    Saprudin

  19. Ibu,
    Mohon direspon segera…URGENT!!!!

    1) Ayah saya bermaksud menghibahkan tanah dan rumah kepada saya, 1 orang kakak kandung saya dan ibu kandung saya.

    2) Tanah dan rumah tersebut di dapatkan oleh saya setelah menikah dengan ibu kandung saya….dengan pernikahan yang sebelumnya, ayah tidak memiliki harta apapun…kecuali anak sebanyak 4 orang yang sekarang telah menjadi orang yang mampu dan berada semua.

    3) Maksud ayah menghibahkan ke kami bertiga (di luar ke empat anak dari istri pertama) adalah:
    a. Karena saat cerai dengan istri pertama, ke empat anaknya dari istri pertama telah diasuh dari kecil (bahkan ada yang balita) oleh ibu kandung saya dan disekolahkan sampai mereka sarjana semua….sedangkan pada saat saya dan saudara sekandung mau kuliah, ayah saya sudah tidak mampu lagi karena pensiun….
    b. Karena keempat anaknya dari istri pertama kehidupannya sudah sangat mapan bahkan bisa dibilang kaya secara ekonomi…
    c. Karena saya dan saudara sekandung bisa dibilang hidup pas pasan…

    4) Bagaiman syarat hibah tersebut biar berkeuatan hukum yang mutlak/kuat , karena ayah saya tidak ingin terjadi sengketa di kemudian hari karena berebut harta…perlu diketahui, saat ini ayah saya sedang sakit (80th) dan ingin segera menghibahkan sesegera mungkin….keempat anak dari istri pertama, secara lisan mengikhlaskan hibah terebut…tetapi beberapa diantara mereka tidak mau pada saat diminta bertanda tangan atau membuat surat pernyataan tidak mau…

    Mohon dengan sangat untuk dapat memberikan jawabannya…terima kasih

    @Anton : Hibah supaya kuat, sebaiknya dilaksanakan dihadapan Notaris, pemberian hibah tidak lebih dari 1/3 dari harta waris, karena bagaimanapun saudara2 seayah tetap berhak menerima harta waris, karena itu apabila seluruh harta dihibahkan maka hal tersebut telah melanggar peraturan hibah. Hal seperti itu akan menimbulkan masalah dikemudian hari. apalagi saudara seayah meskipun secara lisan mengatakan ya, namun sejujurnya mereka agak berat juga. Jangan sampai harta yang telah dengan susah payah dicari olah orang tua hanya akan mengganjal kehidupan ayah dikemudian hari.
    Ok saya kira begitu jawaban dari saya. semoga mas Anton dapat memahami.

  20. Jika tanah hibah sudah dibuat sertifikat atas nama anaknya, tapi di kemudian hari tanah diminta lagi ma orang tuanya..gimana hukumnya ya?

    @abyan :
    Hibah dari orang tua kepada anaknya selama si pemberi hibah masih hidup dapat ditarik kembali hal tersebut diatur didalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 212 yang menyebutkan :”Hibah tidak dapat ditarik kembali, kecuali hibah orang tua kepada anaknya”.
    Meskipun sudah dibalik nama kalau peraturannya menyebutkan demikian, hibah tersebut tetap dapat diminta kembali oleh orang tua.

  21. Bagaimana cara untuk menghibahkan sebuah rumah kepada adik kandung yang tinggal di indonesia sementara pemberi hibah berada di luar negeri dan berkewarganegaraan asing.
    Pemberi hibah sudah menikah dan mempunyai 4 anak laki-laki.
    Saudara kandung sipemberi hibah ada 13 orang dengan rincian 4 orang perempuan saudara 1 bapak 1 ibu dan 9 orang saudara 1 bapak lain ibu. Ibu tiri dari sipemberi hibah masih hidup sementara orang tua laki-laki dan ibu si pemberi hibah sudah meninggal.
    Media hibah berupa Tanah dan sebuah rumah di kota yang berbeda.
    terima kasih atas informasinya

  22. Dh,
    apakah dibenarkan jika seorang suami menghibahkan seruhuh harta bendanya kepada istrinya sementara suami istri tersebut memiliki 2(dua) orang anak perempuan dan 2(dua) anak laki laki ??
    Terimakasih

    @Bp. Djoko Subagyo yang terhormat,
    Menurut hukum Islam, seluruh harta tidak bisa dihibahkan kepada istri, karena ada anak2 yang dilahirkan.
    Besarnya hibah tidak boleh melebihi 1/3 bagian dari harta waris. Padahal ada anak laki-laki dan anak perempuan yang masing2 bagiannya sudah ditentukan didalam hukum waris Islam bagian anak laki-laki 2 dibanding 1 dengan bagian anak perempuan. Istri bagiannya hanya 1/6 bila ada anak. Bila tidak ada anak 1/3 bg. (Kompilasi hukum Islam Pasal 178.)

  23. ass…
    ibu angkat saya sudah meninggal dunia beliau tdk memiliki keturunan, harta alm ibu angkat saya 2 buah rumah tinggal.
    beliau memberikan AKta hibah kepada 3 org anak angkatnya termasuk sy, yg di hibahkan adalah salah satu rumah beliau, 2 anak angkat ibu saya msh ada pertalian darah sementara saya tdk ada pertalian darah sama sekali.
    ibu angkat saya tdk mempunyai sodara kandung yg msh hidup tp msh mempunyai keponakan & hubungan ibu saya dgn keponakannya ini sebelumnya tdk baik.
    Permasalahannya adalah :
    Setelah Ibu Saya Meninggal saya mendapatkan Surat Somasi dari Pengacara Keponakan Ibu angkat saya itu Mengenai Harta Ibu yang telah di Hibahkan Kpda Kami ber-3 untuk diserahkan kepada Keponakannya itu.
    Yang Ingin Saya Tanyakan:
    1. Seberapa Kuatkah Akta Hibah Yang Kami Miliki?
    2. Bagaimana Menurut Hukum Dengan Pembagian Harta Alm.Ibu ANgkat Saya Antara Ahli Waris (Keponakan ALm) dengan Kami Penerima Hibah?

    Sebelumnya Saya Ucapkan Terimakasih….

  24. Assalammualaikum WWb.
    Saya membeli sebidang tanah luasnya kurang lebih 4 ha dari sseseorang penerima hibah dengan luas tanah yang tercantum dalam akte hibah 13.5 ha, pemberi hibah orang tuanya sendiri, tetapi akte hibah tsb tidak diketahui oleh anak-anaknya yang lain, akte hibah tsb ditanda tangani pemberi hibah (cap jempol diatas materai), camat dan sebagai saksi kepala dusun dan kepala desa, dimana tanah tersebut berada, status tanah tsb tanah adat sebelum dihibahkan pada tahun 1993.
    Kemudian saya juga membeli tanah dari orang lain (pembeli tanah dari penerima hibah), dimana tanah tersebut masih bagian dari luas tanah yang ada di akte hibah tsb, pada september 2010, salah satu anak yang lain pergi melihat tanah tersebut dan keadaanya telah berubah menjadi kebun kelapa sawit yang subur, kebun sawit tersebut saya yng tanam dan pelihara, setelah membelinya dari penerim hibah, waktu saya membeli tanah tersebut dalam kaadaan tidak terpelihara(hutan-hutan)
    Kemudan ada dua anak yang lain tsb menanyakan harga pembelian saya dan meminta bukti pembelian untuk mengetahui siapa yang tanda tangan, dia bilang untuk menyelesaikan dengan keluaga, bukan untuk mengganggu gugat, dia bilang memang pernah menyuruh untuk menjualnya, tetapi penerima hibah setelah laku tidak memberikan informasi. sekarang luas tanah yang 13.5 ha sudah terjual semua kepada banyak orang dan saya sudah beli lagi, total luas tanah saya sekarang kira 11 ha.

    Pertanyaan
    1. Apakah akte hibah itu syah ?
    2. Apakah saya perlu memberikan dokument pembelian dan akte hibah kepada anak-anak yang lain ?
    3. Apakah perlu saya minta pernyataan dari anak yang lain yang meminta dokument untuk tidak menggugat jual beli saya sebelum memberikan dokument?
    4. Apakah secara hukum jual beli saya dengan penerima hibah dapat dipertanggung jawabkan atau syah?
    demikian pertanyaan saya dan terima kasih

  25. Bu Listiana yth,
    Saya ingin tanya:: bgmana bila saya sebagai ibu kandung dari putra saya. Putra saya perlu beli satu apartemen diJakarta. Putra saya ada NPWP. Saya tinggal di luar negeri, sebagai PENLU; jadi tidak ada KTP maupun NPWP. Mula2 putra saya akan pinjam uang dari perusahaan kawannya utk membeli itu apartemen.Kemudian saya akan kirim uang dari luar negeri utk menggantikan uang pinjaman itu dan uang saya itu akan saya HIBAHkan utk anak saya utk apartemen itu. Mohon, bagaimana ya caranya
    bahwa uang dari saya itu akan jadi sebagai Hibah pembelian apartemen itu ygman putra saya harus lunaskan pada perusahaan milik kawannya.
    Terima kasih.
    Dari Ibu Helly

  26. Dear Listiana,
    mohon masukan,
    saya mendapat informasi mengenai rencana penghibahan tanah dari ayah saya yang sedang sakit.
    namun dari semua syarat yang disampaikan, satu yang membuat saya berpikir panjang.
    disampaikan bahwa syarat pendaftaran hibah tanah adalah:
    1. foto copy ktp
    2. foto copy C1
    3. tanda tangan semua anak yang mendapat hibah.
    namun saya sampaikan bahwa syarat yang ketiga dilakukan diatas kertas kosong yang informasinya, disitu akan tercantum gambar tanah sesuai sertifikat.

    Listiana,
    saya tidak tahu menahu mengenai hukum pertanahan dan prosesnya, hanya secara logika hal tersebut sudah tidak pada tempatnya.
    Jika tidak keberatan saya mohon informasi mengenai proses, syarat dan hal yang berkaitan dengan hibah tanah.
    saya berharap dapat mendapat info secepatnya, karena saat ini ayah sedang sakit.
    Terima kasih.

    Salam,
    Ryry

  27. bagaimana kalo seseorang mendapat hibah dari luar negeri..? apakah orang yang menerima hibah itu akan mendapat sangsi hukum..?

  28. seseorang mau membeli tanah hibah dan disertifikatkan bisakah?

    *Bisa saja, asalkan hibahnya sudah sah secara hukum, artinya tanah tersebut =
    sudah tidak dipertengkarkan lagi oleh penerima waris lainnya. Terlebih sipe=
    nerima hibah sah memiliki akte hibah.*

  29. The drama of Sumiati Binti Salan Mustapa sent on a mission to ask for sum of money from a Saudi employer is an Islamic Indonesian Criminal Jihad. The torture on the body of Sumiati is self inflicted and forced to do so by an Indonesian Mafia gang who groom homeless young girls into jihad of self inflicting wounds on their bodies in search of asking a ransom of money from those who employ them. This is another kind of Indonesian Islamic Jihad in the manifestation of despair and terrorism against those countries who give them work.

    Sumiati is innocent but behind her innocence there exist an Islamic Satanic machine that hates humanity and ready to go to the extreme to gain money out of an innocent victim they create in the name of Allah whom they kill every day.

    An Islamic Network that grooms young innocent orphans into a jihad is Rahima in Tebet Timur Dalam South Jakarta. The criminal gang who organize jihad are PT. Wirana Jayatama Abadi Graha Pratama Buildings
    18 floor Jl. Mt. Haryono Kav 15. the Persons Responsible of these crimes is Imam Hermanto tel:- 0818958608 or 02183703958.

    I know all this because I am a victim of this Jihad crimes.

    @Rahima : Hopefully what you write will be read and followed up by the authorities to combat this crime.

  30. Kronologis:
    Bpk. Hi. Nasir (alm) meninggal kemudian meninggalkan sebidang tanah. selanjutnya Tanah tersebut pd tahun 1979 telah dihibahkan oleh isterinya Ny. Naima kepada cucunya Bpk. As’Ad. selanjutnya Bpk. As’ad membuat pengesahan di Pengadilan Negeri & sdh teregistrasi.
    Muncul Persoalan…
    pada tahun 2000, Bpk. As’ad menggugat Bpk. Djimpang yang telah menempati tanah tersebut secara tdk sah. yang kemudian dimenangkan di MA oleh bpk As’ad. dengan inti amar putusannya sbb: ” bahwa tanah tersebut adalah milik H. Nasir/ kakek Penggugat (Bpk. As’ad). maka tanah tersebut harus dikembalikan kpd Penggugat (Bpk. As’ad)..
    kemudian… Pada tahun 2002,, Paman dari Bpk. As’ad brnama Muhammad bermaksud ingin menguasai Tanah tersebut, dengan alasan bahwa tanah tersebut adalah tanah warisan. dan tanah tersebut sdh dijual Paman bpk As’ad kepada beberapa org.
    paman Bpk. As’ad (Bpk. Muhammad) mulai melakukan aktivitasnya setelah semua saudaranya meninggal termasuk Ibu dari Bpk As’ad (penerima Hibah). Bpk. Muhammad mulai mengkalim bahwa dirinya sebagai pewaris tunggal berhak menguasai tanah tersebut dan membagi-bagi serta menjual secara sendiri tanah tersebut..
    menurut hukum bagaiman solusi dari permasalahn tersebut…
    terima kasih atas perhatian Ibu…. “Mohon Balasannya”

    @Bayu : balasan langsung ke email.

  31. kalau hibahnya itu melebihi dari 1/3 harta warisan apakah itu lemah secara hukum bagi penerima Hibah…!!!

  32. Bu Listiana yth,
    Saya ingin tanya:: bagaimana pemberian hibah rumah seorang ayah kepada salah satu anaknya dari 6 bersaudara sementara ibu masih hidup dan rukun damai dalam berkeluarga. Pada saat ini yang memberi dan menerima hibah telah meninggal. Sementara sipenerima hibah mempunyai istri dan 3 orang putri. Dalam hal ini hibah jatuh kepada siapa? (apabila pemberian hibah ini tanpa sepengetahuan istri apakah ini sah?). apakah hibah yang telah dinotariskan bisa diambil kembali oleh siibu (istri pemberi hibah) atau anak siibu?
    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih dan mohon diberi penjelasan lengkap dan apabila ada undang2nya mohon diberitahu no berapa dan pasal berapa. Terima kasih.

  33. Mau tanya bu,
    bisa tidak keluarga atau beberapa orang pemilik bersama hak waris atas sebuah tanah,
    menghibahkan tanah tsb kepada anak dari salah satu anggota keluarga tsb?
    Misal saya 4 bersaudara pemilik hak waris bersama – dari orang tua, atas sebuah tanah dan bangunan.
    Bisakah dan bolehkan secara hukum kami ber 4 lalu menghibahkan tanah dan bangunan tsb kepada anak saya ?(semua anggota keluarga sudah setuju dalam hal ini).
    Terimakasih atas perhatiannya.

  34. Mau Tanya Bu,
    1.Apakah boleh ibu saya menarik kembali hibahnya (baru sebatas ucapan dan di ucapkan ketika kami masih remaja) kepada kakak dan adik saya ( keduanya perempuan) dengan pertimbangan hibah tersebut dirasa ibu saya tidak tepat selain karena ini adalah usul dari almarhum ayah saya yang merasa anak perempuannya harus dibeli modal lebih dari anak laki2nya..rumah tersebut sebagian besar didapat atas usaha keras ibu ketika masih bekerja….karena ingin merasa adil dihadapan kelima anak-anaknya? ibu berketetapan ingin mewariskan saja kedua rumahnya ke semua (kelima) anaknya dengan mengikuti syariat Islam.. pertimbangan lainnya adalah, salah satu anaknya yang di beri hibah ternyata kehidupannya lebih mapan dibanding anaknya yang tadinya diperkirakan akan lebih berhasil dari anak2 perempuannya ternayta kehidupan berkata lain, dan ibu merasa lebih sreg dengan pembagian waris sesuai syariat Islam.
    2.Bagaimana cara ibu mewariskan kedua rmh tersebut sementara beliau masih hidup, apakah dengan surat wasiat? atau melalui notaris?
    3.Apakah dua point diatas menyalahi syariat Islam? ibu saya usianya sudah 78 dan beliau sangat berharap mendapat jawaban dari ibu…

    Atas perhatian ibu saya ucapkan Terima kasih
    Pak Roni

  35. Dear, Mba Listiana

    Aku mohon penjelasannya mba, nenek saya mempunya 2 orang anak, ayah saya dan tante. Tante sudah almarhum dan mempunyai 2 orang anak. Sedangkan nenek saya diasuh oleh ayah saya. Nenek saya memberikan hibah sebidang sawah kepada ayah saya dengan ditanda tangani ke dua anak tante saya sebagai saksi dengan di berikan materai. ( surat hibah bikin sendiri tanpa notaris). Saat ini nenek sakit sakitan dan pelupa, ayah saya bermaksud mempertegas surat hibah tsb dengan bantuan notaris, tapi setelah keluarga berkumpul bersama nenek saya dan juga notaris, nenek saya lupa kalo pernah hibah dan minta dibagi rata. Ayah saya kecewa, karena ke 2 anak tante saya ini sudah mendapatkan warisan dari nenek saya dan tidak mau merawat nenek saya. Bagaimana solusinya ya mba? karena nenek sudah pelupa….

  36. ayah saya mendapat hibah dari kakek tertullis dikertas bermaterai ayah annak pertamma dari istri pertama anak dari istri kedua mendapat hibah juga tertullis jadi satu surat dengan ayah saya sekarang kakek sudah meninggall yg dihibahkan kakek dua unit rumah kakek memberi hibah pada tahun 1993 saat ini anak anak dr istri kedua menuntut hak mereka atas rumah yg di hibahkan kepada ayah saya unntuk pajak bumi dan bangunan atas nama ayah saya apakah anak2 dr istri kedua masih memilliki hak atas rumah yg dihibahkan kepada ayah saya

  37. Ibu kandung saya merupakan anak angkat
    orang tua angkatnya yang sisa hanya nenek dan memiliki 6 keponakan
    dan 1 saudara kandung dari mama angkat ibu kandung saya.
    Mama angkat ibu kandung saya menghibahkan sebidang tanah yang habis terbakar, kemudian di bangun kembali oleh saudara kandung asli dari orang tua ibu kandung saya
    dan antara saudara kandung asli ibu kandung saya dengan mama angkat ibu kandung saya membuat surat hibah di saksikan oleh saudara kandung dari suami mama angkat saya bahwa kalau saudara kandung asli ibu kandung saya yang membangunkan rumah meninggal dunia, akan menyerahkan ke ibu kandung saya dengan persetujuan mama angkat ibu kandung saya dan disetujui oleh mama angkat ibu kandung saya, dengan membuat surat hibah di sertai materai dan tidak sampai ke notaris.
    Yang saya tanyakan;
    1. apakah benar anak angkat tidak punya hak sama sekali atas harta mama angkatnya?
    2. apakah yang sudah dihibahkan boleh diambil lagi oleh mama angkat dari ibu kandung saya?
    3; apakah yang sudah dihibahkan apabila diambil kembali punya hitungan?

    mohon penjelasannya bu,,,,terima kasih

  38. assalamualaikum
    saya mau bertanya, seorang bapak membeli sebidang tanah lalu tanah tsb dibagi menjadi 4 bagian yang akan di berikan kepada tiga orang anaknya dan satu orang anak teman dekatnya. apakah hal ini termasuk kedalam hibah?

  39. Ibuk listiana,,
    Saya mau bertanya,, sewaktu adek nenek saya masih hidup,, dia menghibahkan tanah/bangunan kepada kakaknya yg mana itu nenek saya.. Yang ingin saya tanya kan disini,, adek nenek saya dan nenek saya sekarang sudah meninggal,, tanah/bangunan yang di hibahkan itu menjadi harta warisan anak2 adik nenek saya atau bagaimana buk?? Secara sekarang tanah/bangunan tersebut telah dibagi2 oleh anak2 nenek saya tanpa sepengetahuan anak2 adik nenek saya.. (Saya tidak dapat bagian karena papa saya sudah meninggal).. Terima kasih buk..

  40. kepada yth :
    Ibu Listiana

    mohon bantuan jawaban atas pertanyaan saya ini :

    ada sebidang tanah atas nama almarhum orang tua angkat saya yang telah menadopsi saya secara hukum.
    ketika ayah saya meninggal ibu saya menghibahkan sebagian tanah tersebut kepada keponakannya.

    apakah hibah seperti ini bisa dianggap syah.
    mohon penjelasannya bu.

    trims

  41. kepada yth :
    Ibu Listiana

    saya mohon penjelasan yang diamksud :
    Perbuatan hukum berupa hibah tanah yang dilakukan oleh bukan pemilik tanah adalah tidak sah, karena bertentangan dengan hukum dan hak milik orang lain, hibah yang demikian dapat dibatalkan.

    sebelumnya saya mohon maaf karena banyak pertanyaan.

    terima kasih.

  42. yth:ibu listiana:As.saya ingin bertanya!saya mempunyai mertua perempuan yang hartanya peninggalan milik mertua laki-laki yang sudah meninggal 10 tahun yang lalu.mertua saya mempunyai anak perempuan semuanya berjumlah 5 orang jd ga ada anak laki-laki.jadi Pihak ahli waris dari mertua laki-laki menuntut hak karena banyak saudaranya laki2.jadi apakah bisa harta peninggalan mertua laki2 di Hibahkan kepada anak perempuannya tanpa sepengetahuan ahli waris.karena itu Harta Bersama?mohon infonya

  43. yth ibu listiana: saya enam bersaudara, saya anak ragil, bapak saya pernah bilang kepada anak2nya bahwa tanah dan rumah akan di hibahkan kepada saya, tetapi ada salah satu dari saudara saya tidak setuju, apa hibah tersebut bisa di batalkan, bukti kuat apa yang bisa saya pakai untuk pegangan, sementara akta tanah masih dalam proses, mohon infonya..

  44. Ibu saya mau menghibahkan rumahnya di Indonesia kepada saya yang tinggal di Amerika (saya WNI, domisili di AS) Pertanyaan saya: Bagaimana caranya dan prosedurnya? Terima kasih

  45. yth ibu listiana lestari.

    saya ada masalah kasus sebagai berikut:
    terdapat suami dan isteri telah meninggal dunia, mereka telah mempunyai 3 (tiga) orang anak.
    anggap saja ANDI, DENI dan TONI, sebagai ahli waris mereka memperoleh Hak atas sebuah Sertifikat tetapi pada sertifikat hanya tercantum 2 (dua) nama ahli waris yaitu ANDI, dan DENI.

    yang saya tanyakan:
    bagaimana menurut anda sebagai advokat apabila tanah dan bangunan sertifikat akan dijual dan ingin mengamankan pembeli dari tuntutan atau gugatan atas ahli waris (TONI) tersebut dilain hari ?

    terimakasih.

  46. as….wr….wb
    kpd yth ibu listiana

    1. hibah antara istri kepada suami (bapak tiri) dan masih berstatus suami istri apakah sah
    2. apakah pada akta hibah di tulis status pemberi hibah n penerima hibah
    3. apkah sah akta hibah apa bila seorang ibu menghibahkan kepada bapak tiri sy dan sedangkan tanah yg d hibahkan waktu itu masih berstatus suami (bapak kandung) n ibu kandung sy.
    4. apakah si pemberi hibah (ibu) tidak perlu meminta konfirmasi dr sy sbagai anaknya dan suami pertama ibu saya sedangkan tanah yang di hibahkan sudah ada sebelum bapak tiri sy ada.
    5. dan pada saat skarang akta hibah yg telah d urus oleh notaris dianggap sah, dan sy sbagai anak dari bapak kandung saya apakah berhak mencabut kembali akta hibah ke notaris
    6. apakah sah hibah sperti itu……?????

    kpd ibu listiana
    tolong di jawb secepat’a karna bapak tiri saya ingin mengusir sy dan ibu kandung sy dr rumah yang sudah ada sbelum bapak tiri sy ad.

    langkah apa yg harus sy lakukan untuk saat ini

    trimakasih
    wassalam

  47. yth ibu listiana lestari

    Saya ada permasalahan yang mau saya tanyakan terkait penghibahan tanah.
    Pertanyaannya apakah bisa tanah & bangunan dari pembelian yang belum dibalik nama dihibahkan kepada seseorang?

  48. Ibu sya mau tanya. apakah bisa kita sebagai anak menyatakan secara tertulis (surat pernyataan hibah orang tua di atas materai 6000) kepada orang lain yang sudah meninggal kalau orang tua kita yang juga sudah meninggal sudah menghibahkan tanah kepada orang lain yang sudah meninggal pula?? apakah sah dan otentik di mata hukum.
    dan surat penyataan hibah ini dijadikan dasar untuk membuat surat pengakuan hak atas tanah oleh anak yang menerima hibah tersebut.
    apakah surat pernyataan hibah ini bisa digunakan dan apakah surat pengakuan hak ini sah dan otentik di mata hukum??
    trimakasih atas bantuannya…

  49. Saya mau tanya pak,
    Saya menerima hibah sebidang tanah dengan 2 bh bangunan diatasnya dari kakak saya pada tahun 1982, yang sebenarnya adalah milik ayah saya yang diatas namakan kakak saya.
    Kakak saya tsb menerima hibah tanah dan rumah tersebut dari kakak ipar kami pada th 1969, dimana sebenarnya kakak ipar saya sudah menerima uang pengganti atas tanah dan bangunannya, namun jual beli antara ayah mertua dan menantunya dilakukan tanpa surat menyurat apapun. yg pada saat hibah dibuat itu kakak ipar mempunya 4 orang anak yg masih dibawah umur. Pertanyaan saya, apakah keempat anak kakak ipar saya bisa menuntut pembatalan hibah tersebut?, sedangkan kedua surat Hibah tersebut dibuat didepan notaris dan tanah dan bangunan sudah dibalik namakan ke saya, terima kasih pak.

  50. mbak.. saya nanya ni, kalau pemberi hibah sudah berumur lanjut pikun memberikan hibah kepada salah satu cucunya dan pemberian tersebut tanpa sepengetahuan/tanda tangan dari cucu yang lain, akan tetapi hanya ditandatangani oleh salah satu orangtua dari penerima dan ditanda tangani oleh beberapa saksi tanpa mengukur pasti hanya berdasar bentuk fisik tanah. apakah pemberian ini dapat dimenangi oleh penerima hibah mbak? semetara tanah tersebut merupakan penopang kehidupan dari orang tua penerima hibah. gimana?

  51. bu kalu hibah kepada anak dari istri kedua, diharuskan ada persetujuan dari anak saya dari istri pertama apa tidak bu?

  52. Ayah saya menghibahkan hartanya lebih dari 1/3 untuk adik saya, sedang 3 saudaranya semua tidak dikasih, apa hukum islam memperbolehkan memberi secara tidak adil ? sekarang orang tua meninggal.

  53. ass wr wb,
    kepada ibu listiana lestari

    Ayah saya menghibahkan hartanya lebih dari 1/3 untuk adik saya, sedang 3 saudaranya semua tidak dikasih, Apa hukum islam memperbolehkan memberi secara tidak adil ? sekarang orang tua meninggal.

  54. ass. wr wb

    kepada Ibu Listiana Lestari

    saya mau tanya hubungan dengan HIBAH TANAH

    ada didesa, kepala desa setempat menghibahkan tanah kepada pengelola skolah, walaupun tanah yang dihibahkan itu sudah sejak lama dikelola dan diperkebuni oleh salah satu warga sebelum kepala desa itu memimpin, namun dengan serta merta kades melakukan penghibahan kepada kepala sekolah tersebut tanpa ada koordinasi dengan warga pengguna lahan tersebut.

    pertanyaannya
    1. apaka itu dimungkinkan untuk dihibahkan
    2. bagaimana dengan warga yang mengelola tanah tersebut
    3. kalau kemudian ada sanksi maka sanksi yang sesuai diterapkan apa?
    4. bagaimana solusi terbaik agar tidak terjadi konflik horisontal antara warga dengan pemerintah desa?

    terima kasih…..
    wasalam

  55. ibu Listiana yg baik,

    Kakek saya mempunyai 2 (dua) orang puteri salah satu adalah ibu kandung saya (Almarhumah) dan seorang anak angkat
    pada tahun 2001 (Sebelum meninggal) beliau telah menghibahkan sebidang tanah seluas 2500m2 kepada anak angkatnya hal ini baru saya ketahui pada tahun 2012 (karena merantau) tanpa persetujuan ahli waris yang lain yang sah

    pertanyaannya,

    1. Apakah sy masih bisa memperoleh hak atas tanah tersebut di atas?
    2. Apakah akta hibah bisa dibatalkan ? mengingat sertifikat sudah atasnama penerima hibah tersebut Apakah dasar hukumnya

    Jawab : 1. Bisa saja meskipun sudah diatas namakan ke pihak lain.
    2. Hibah bisa dibatalkan bila hibah tersebut dari orang tua kepada anaknya, tetapi si pemberi hibah pun masih hidup. Bila sipemberi hibah sudah meninggal hanya ahliwaris yang bisa menyatakan bahwa hibah tersebut cacat hukum, karena tidak ada persetujuan ahli waris disamping itu hibah tidak boleh melebihi 1/3 dari jumlah harta waris.

  56. Ibu listiana yth,
    saya ingin mempunyai masalah seperti ini : saya adalah anak angkat yg telah diadopsi(semua dokumen jg akta kelahiran) atas nama ayah angkat anak,dan setelah mengangkat saya maka ayah angkat saya mempunyai anak kandung,permasalahannya ayah angkat saya telah menghibahkan semua harta( rumah dan pekarangan) kepada anak kandungnya diam-diam (tanpa sepengetahuan saya),bisakah saya menggugatnya bu??dan bisakah harta hibah itu dibatalkan??
    sekarang ayah angkat saya sudah meninggal bu.
    Saya sangat mengharap jawaban dari ibu,terimakasih.

  57. bu listiana yth,,,
    mohon dengan sangat jawabanya ,karna kami butuh dan mendesak sekali.
    kami 4 bersaudara. orangtua kami mempunyai harta gonogini berupa tanah,dulu,, (saya masih kecil) tanah tsb dihibahkan kepada 1 diantara kami,dan sudah di sertifikatkan,,dan kini atas kemauan ibu ingin membagi tanah tsb kepada ke4 anaknya…
    pertanyaan:
    bisakah hibah tsb di cabut oleh ibu saya,,,sementara ayah saya sudah meninggal.
    ket: tanah tsb luasnya 1 patok dan semuanya di hibahkan kepada saudara tertua kami
    trimakasih bu,,,,atas pencerahanya,

  58. Hibah yang diberikan kepada anak dapat dicabut oleh sipemberi hibah, atau hibah dapat pula diperhitungkan sebagai harta waris. sehingga apabila si penerima hibah adalah termasuk dari para ahli waris, maka pemberian hibah dapat diperhitungkan, apabila hibah yang diterima oleh si penerima hibah melebihi 1/3 dari harta waris maka harus dikembalikan 2/3 bg untuk dibagikan kepada ahli waris yang lain, sedang si penerima hibah hanya mendapat 1/3 bg dan tidak mendapatkan bagian dari 2/3. Mungkin begitu yang bisa saya jelaskan. Salam

    Listiana Lestari, S.H. email : listiana_sh@yahoo.co.id listiana27@gmail.com Blog : http://listianash.wordpress.com http://listianalestari.blogspot.com

    ________________________________

  59. Bu Listiana yth, yang dimaksud 1/3 dari harta waris itu, apa terhadap obyek yg dihibahkan saja misalnya sebidang tanah tersebut, atau terhadap seluruh harta yang dimiliki oleh pemberi waris?

    Makasih atas jawabannya

    Benny K

  60. Greetings from California! I’m bored to death at work so I decided to check out your site on my iphone during lunch break. I love the information you provide here and can’t wait to take
    a look when I get home. I’m surprised at how quick your blog loaded on my mobile . I’m not even using WIFI, just 3G .
    Anyhow, good blog!

  61. Yth. Ibu Listiana,

    Saya ingin bertanya seputar hibah, ayah saya dulu pernah menerima hibah sebidang tanah dari ayahnya (kakek saya), akta hibah dari notaris ada. Sekarang Ayah sudah wafat, meninggalkan Ibu saya dan 4 orang anak (2 laki laki dan 2 perempuan).
    Dan sekarang warisan mau dibagikan, termasuk sebidang tanah hibah tsb.

    Yg ingin saya tanyakan bu:
    – apa Ibu saya mempunyai hak waris juga atas tanah hibah tsb.?

    Terima kasih atas perhatian dan jawaban Ibu.

    Eppy Kurniawanto

  62. Assalamualaikum,
    Yth. Ibu Listiana, semoga Ibu menyempatkan baca kasus yang membuat saya benar-benar pusing saat ini.

    Saya seorang muslim dan seorang anak perempuan satu-satunya di keluarga. Sejak SMP saya dihibahkan sebuah rumah di bilangan Jakarta. Walau begitu, rumah itu digunakan oleh orang tua sebagai salah satu pemasukan yaitu dengan mengontrakkannya. Sekarang saya sudah menikah selama 10 bulan, umur saya kini 27 tahun. Sekian lamanya, semua akte, sertifikat rumah dll tersebut masih dipegang orang tua. Transaksi kontrak-mengontrak dilakukan orang tua, uang kontrak masuk ke rekening orang tua. Tahun-tahun kemarin ketika masih bujang, saya sudah mulai menagih untuk minta ‘bagian’ dari kontrakan itu. Saya minta tak banyak, toh itu juga punya saya kan? Mereka selalu menggunakan berbagai alasan tak bisa karena lagi banyak pengeluaran, untuk uang makan (kata mereka Rp. 15-20 juta per bulannya! Tak masuk akal! Padahal di rumah tak banyak orang iyalah saya kan anak tunggal), padahal mereka 2 tahun sekali pergi umroh dan sudah 3 kali naik haji. Ada banyak sekali alasan yang bertele-tele…

    Setelah 5 tahun lamanya saya minta, alasannya macam-macam. Tadinya cuma diberikan 500ribu per bulan tapi hanya bertahan 4 -5 bulan saya. Sekedar info, orang tua saya sangat berkecukupan. Punya 2 mobil, bisa ke luar negeri 1-2x dalam setahun, papa saya mantan vice president di perusahaan asing, mama saya punya beberapa tas bermerk, tiap Jumat rutin memberikan nasi kuning ke fakir miskin. Bahkan bank di tempat mama saya menabung, mama saya ialah anggota prioritas dimana mengharuskan punya rekening minimum Rp. 1 Milyar.

    Selama ini saya ‘terpaksa’ tanda tangan surat kontrak sewa rumah. Tiap harinya saya depresi dan sering menangis dan mengamuk sendiri karena sakit hati. Saya merasa dicurangi orang tua yang lebih sayang harta dan sibuk mengejar amal. Hingga beberapa hari yang lalu ada calon penyewa yang berminat, saya tanpa lelahnya ‘ajak damai’ dengan orang tua. Padahal dengan harga kontrakan yang alhamdulillah tak kecil seharusnya saya juga bisa mendapat bagian, saya tak masalah tak dapat semuanya untuk sekarang karena ‘alasan’ mereka 80% uang kontrakan mau dipakai untuk membangun rumah baru karena sudah disomasi. Mereka mentok mau memberikan saya per bulan Rp. 800ribu per bulannya selama 2 tahun ke depan (lamanya rumah tersebut di kontrak)

    Karena sudah tak tahan lagi, saya langsung marah besar dan menuding orang tua saya paling kikir padahal saya anak kandung. Saya tanya kenapa sih dari dulu kalian selalu punya berbagai macam alasan seolah-olah kalian ini fakir miskin. Saya mengancam akan laporkan ke polisi dan pengacara supaya saya bs dapatkan akte, sertifikat dan tanah itu ke saya. Mereka cuma senyum sinis karena anggap saya tidak akan seberani itu.

    Pertanyaan: saya tidak mau durhaka kepada orang tua, seumur hidup saya tidak pernah melakukan kegiatan yang merugikan/membuat malu keluarga. Tetapi saya dan suami sudah bertekat akan menindak lanjuti kasus ini. Saya merasa hibahan ini hanya untuk cari aman mereka saja, minta 2-3% saja tidak dikasih padahal saya udah 27 tahun dan bersuami.

    1. Bagaimana saran Ibu supaya saya bisa memegang penuh hibahan rumah tersebut (akte, sertifikat)? Saya sudah minta baik-baik tapi tidak dikasih, dan saya tetap harus tanda tangan untuk kontakan baru karena mereka mendesak saya

    2. Apa hukum pemberi hibah seperti orang tua saya yang terkesan ‘merampas’ dan tidak memberikan sedikit pun hak saya (uang kontrakan)?

    Saya ucapkan banyak terima kasih~

  63. Maaf kalo boleh sebelumnya saya mau menanyakan siapa nama anda ? karena antara Penulis dengan alamat email berbeda. Tetapi siapapun nama anda saya lanjutkan ya menjawab pertanyaan yang anda ajukan. Dari cerita anda, mungkin anda merasa tidak diperlakukan dengan adil, sementara orang tua sangat berkecukupan, bahkan telah memberikan hibah sebuah rumah. Perlu anda ketahui bahwa hibah yang diberikan orang tua kepada anak kandungnya dapat ditarik kembali oleh si pemberi hibah selama si pemberi hibah masih hidup. Coba tanyakan apakah hibah yang diberikan orang tua sampai hari ini masih tetap seperti semula, dihibahkan kepada anda ? kalau jawab mereka masih tetap seperti kesepakatan mereka memberikan hibah kepada anda, apakah hibah tersebut pernah dilakukan dihadapan notaris ? kalau belum ajak orang tua ke notaris untuk melaksanakan hibah tersebut dihadapan notaris. Sesungguhnya anda adalah anak tunggal jadi anda adalah pewaris tunggal, hibah yang diberikan orang tua sesungguhnya hanyalah perbuatan yang mubazir saja karena bagaimanapun juga harta benda milik orang tua akan jatuh kepada anak tunggalnya. Maaf kecuali bila ternyata anda bukan anak kandung, maka hibah tersebut penting bagi anda. Atau malah sesungguhnya harta yang dimiliki orang tua anda adalah harta anda semua ? Tolong ditelusuri lagi asal usul semua harta, tetapi saran saya berhati-hatilah ada kemungkinan juga perolehan harta orang tua anda dari cara yang salah sehingga dibutuhkan nama anda, kalau benar demikian, saran saya lebih baik dilepas saja. Saya khawatir anda malah ikut terseret masuk dalam permasalahan hukum yang akan menyengsarakan anda. Coba diteliti lagi ya. Salam

    Listiana Lestari, S.H. email : listiana_sh@yahoo.co.id listiana27@gmail.com Blog : http://listianash.wordpress.com http://listianalestari.blogspot.com

    ________________________________

  64. mbak listiana
    saya 11 bersaudara, alm ayah saya punya sebidang tanah pada thn 1998 dijual, sebagian uangnya di bagi ke anak2nya dengan pembagian yang tidak merata, ada yang mendapat uang, tanah, juga mendapat uang dan tanah sekaligus, sisa uangnya dibelikan tanah di dua tempat.
    sebelum ayah saya meninggal dia membuat surat hibah didepan notaris atas nama 3 orang anak saja dan seorang cucu. kami anak2 yang lain berkeberatan karena pembagian tidak adil.
    apakah kami bisa membatalkan surat hibah tersebut?
    bagaimana caranya?
    terimakasih mbak Listi sebelumnya buat kebaikan mbak

  65. Hibah yang diberikan kepada anak kandung dapat sekaligus diperhitungan sebagai warisan, karena hibah yang diberikan tidak boleh melebihi 1/3 dari harta warisan. Jadi bila tidak setuju maka dapat saja dibatalkan, apalagi hibah harus diberikan dengan salah satu syarat adalah persetujuan dari para ahliwaris yang lain. Salam,

    Listiana Lestari, S.H. email : listiana_sh@yahoo.co.id listiana27@gmail.com Blog : http://listianash.wordpress.com http://listianalestari.blogspot.com

    ________________________________

  66. Ass.Wr.Wb. mbak Listiana,

    Istri saya di adopsi seorang ibu dari kecil (tanpa surat adopsi) dan Ibu tersebut tidak punya anak karena istri kedua,kecuali anak tiri ada 3 orang anak.Ibu tersebut mempunyai 200m tanah dan rumah diperoleh pada saat perkawinannya dan tanah tersebut atas nama ibu tersebut tanpa embel embel nama suaminya,sedangkan saudara ibu tersebut sudah meninggal dan tidak punya anak juga.sekarang tanah tersebut dihibahkan kepada istri saya 100m sudah ditanda tangani diatas materai oleh ibu tsb dan istri saya berikut 2 orang saksi. 100m lagi diberikan kepada keluarga istri pertama,tetapi keluarga tersebut belum mau menanda tangani,sedangkan bagian untuk keluarga istri pertama sudah diberikan oleh alm.suami ibu tersebut. Yang menjadi pertanyaan saya adalah :
    1. Sahkah surat hibah dari ibu tersebut kepada Istri saya (belum ke notaris)
    2. Apakah keluarga istri pertama masih punya hak,padahal beliau sudah mendapatkan bagiannya.
    3. Apakah wajib ibu tersebut memberikan sebagian tanahnya kepada keluarga istri pertama.
    4. Apakah benar Notaris tidak bisa membuat surat akte hibah bila hanya diberikan sebagian saja
    tidak penuh dan harus dipecah dulu sertifikatnya baru dihibah.

  67. assalamualaikum bu Listiana, saya seorang yang diperlakukan dengan sangat tidak adil oleh keluarga, mohon bantuan ibu dengan sarannya, begini bu, skema keluarga saya seperti ini dan mendapat hibah semua dari kakek saya langsung dengan bagian sbb:
    kakek

    Bude Ayah saya
    3 ha tanah(30th yg lalu) 1 ha tanah (25th yg lalu)

    anak 1 anak 2 anak3 anak4 saya adik
    1,25 ha 0,5ha 0,5 ha 0ha 0 ha 0ha
    (15th ll) (6 bln lalu) (1th lalu)

    sisa tanah sekarang hanya 1 ha. kakek masih ada dan tinggal bersama ayah. karena skema seperti diatas, maka kakek bermaksud memberikan semua sisa 1ha kepada ayah saya, namun ketika ayah mau mengurus akta tanah BUDE tidak mau tanda tangan katanya minta lagi sebagian tanah tsb.

    yang saya tanyakan apakah bisa saya menuntut keadilan:
    1. formasi tanah di atas kiranya bisa di ubah agar bagian AYAH dan BUDE sama rata
    2. agar anak dari ayaj juga mendapat bagian yang sama dengan anak BUDE

    jika ayah saya bisa menuntut maka mengajukan gugatan kemana bu? kiranya bisa diberi saran agar keadilan sesuai HUKUM ISLAM dapat dijalankan.adik saya meninggal 3 th yang lalu bu, terimakasih atas jawaban ibu.

  68. maaf bu karena ketidak jelasan pengetikan saya, saya ketik ulang:
    saya seorang yang diperlakukan dengan sangat tidak adil oleh keluarga, mohon bantuan ibu dengan sarannya, begini bu, skema keluarga saya seperti ini dan mendapat hibah semua dari kakek saya langsung dengan bagian sbb:
    kakek

    Bude : 3 ha (30 th yang lalu)
    anak ke 1 : 1,25ha (15 th yang lalu)
    anak ke 2 : 0,5ha ( 6 bulan yang lalu)
    anak ke 3 : 0,5ha (2 th yang lalu)

    AYAH saya : 1ha (25 th yang lalu)
    anak ke 1 : 0
    anak ke 2 : 0

    sisa tanah sekarang hanya 1 ha. kakek masih ada dan tinggal bersama ayah. karena skema seperti diatas, maka kakek bermaksud memberikan semua sisa 1ha kepada ayah saya, namun ketika ayah mau mengurus akta tanah BUDE tidak mau tanda tangan katanya minta lagi sebagian tanah tsb.

    yang saya tanyakan apakah bisa saya menuntut keadilan:
    1. formasi tanah di atas kiranya bisa di ubah agar bagian AYAH dan BUDE sama rata
    2. agar anak dari ayaj juga mendapat bagian yang sama dengan anak BUDE

    karena bude tidak mau tanda tangan, ayah saya bisa menuntut atau mengajukan gugatan kemana bu? kiranya bisa diberi saran agar keadilan sesuai HUKUM ISLAM dapat dijalankan.adik saya meninggal 3 th yang lalu bu, terimakasih atas jawaban ibu.

  69. Assalamualaikum bu..
    Saya mau nanya.almarhum nenek sy smasa hidupnya dlu prnh blg mau mgihabahkan sbidang tanah kpd sy n itu dbenarkn oleh kakek sy.kmrn kakek sy mbuat surat hibah terkait dgn tanah tsb utk d brikan kpd sy.akan tetapi ada bbrp ank dr kakek sy tdk stuju ats pemberian hibah yg dberikan k sy.ddlm surat hibah tsb d tuliskn saksi sbyk 6ank trmasuk ibu sy n tdk setuju itulah yg tdk menandatangani surat hibah tsb(3ank yg tdk setuju)..langkah ap yg hrs sy lakukan bu.
    Mohon drespon n trima kasih :)

  70. Syarat hibah adalah adanya persetujuan dari para ahli waris yang lain, apabila 1 saja dari ahliwaris ada yang tidak setuju maka hibahpun menjadi batal, dalam hal ini yang akan memberikan hibah sudah alm. hal ini lebih tidak dibenarkan sebab Hibah itu sendiri adalah pemberian dari seorang yang masih hidup. Karena itu sebidang tanah maka hibahpun harus dilaksanakan dihadapan notaris, notarispun akan menolak pernyataan hibah bila yang memberi hibah sudah tidak ada, disamping itu tidak ada nya persetujuan dari sebagian ahliwaris. Maaf saya tidak dapat memberikan jalan keluarnya karena tidak adanya aturan yang mendukung. Satu satunya jalan hanya dibagi waris. bila orang tua anda masih ada tentunya sebagai penerima harta waris adalah orang tua anda. Semoga anda dapat menerima keadaan ini. Salam,

    Listiana Lestari, S.H. email : listiana_sh@yahoo.co.id listiana27@gmail.com Blog : http://listianash.wordpress.com http://listianalestari.blogspot.com

    ________________________________

  71. Saya Menantu membangun Rumah diatas tanah sertifikat Mertua, dengan perjanjian lisan tanah tersebut akan sy beli. saat saya berniat membayar tanah tersebut mertua tidak setuju,sampai akhirnya tanah tersebut dihibahkan kepada istri sy. Sy Merasa istri sy dan keluarganya sengaja mempersulit posisi sy, karena pernah terdengar pembicaraan keluarga istri kalau mau pisah, ya rumah buat anak saya dan cucu sy. Jadi secara gak langsung nyuruh sy pergi dr rumah sy sendiri lenggang kangkung. sy sebenarnya rela banget kl rumah itu peruntukkannya untuk anak2 sy, tp kl seandainya ada lelaki lain masuk dlm rumah sy, dan terjadi mslh lelaki tersebut berusaha menguasai rumah tersebut, sedangkan rumah sy sekarang ini tdk ada selembar surrat apapun untuk pegangan saya dan anak2 saya, apabila ada masalah. Apakah bisa terjadi tanah dan rumah tersebut menjadi milik lelaki lain tersebut??? Apakah ada kekuatan hukum untuk saya dan anak anak saya dengan rumah diatas tanah sertifikat mertua???? apa yg harus sy lakukan sedangkan untuk mengurus surat hibah ke Notaris saja istri saya gak mau?? Mohon penjelasannya. Terima kasih Sucses selalu

  72. Bu, saya mau tanya dgn suatu kasus,

    Kami ber 4, no. 1, 2, 3 sama ayah & ibunya, pernikahan resmi. yg ke 4 sama ibu tp beda ayah dlm pernikahan tdk resmi dan tidak tinggal serumah. saat ibu & ayah sambung dalam ikatan tidak resmi, mereka membeli rumah, mengingat bahwa kami sudah menikah dan tidak lagi tinggal serumah, dengan pertimbangan mereka untuk kemudahan pengurusan rumah maka rumah dihibahkan ke no 4.

    Saat ini nmr 4 mengklaim rumah itu sebagai haknya, pertanyaan saya :
    1. Bukankah dalam hibah, maksimal proporsi adalah 1/3 dari nilai warisan ?
    2. Kalau warisan tunggal, apakah boleh dihibahkan sepenuhnya kepada salah satu dari ahli waris?
    3. Dalam akta hibah dituliskan bahwa ibu & ayah sebagai suami istri, padahal secara hukum mereka tidak pernah disahkan dalam hukum negara maupun agama, bagaimana dengan status akta hibah tersbut ?

    Mohon masukkannya dan pasal perundangan yang terkait, terima kasih atas masukkannya.

  73. Mas Anto yang baik, Boleh saya bertanya apakah ayah kandung masih ada ? Betul bila hibah hanya boleh 1/3 bag dari harta waris, dalam hal ini, bila ayah masih ada tentunya anak2 dari hasil perkawinan resmi akan mendapatkan harta waris yang tentunya harta tersebut didapat selama perkawinan ibu dan ayah. Apabila kemudian ibu mempunyai suami tidak resmi kemudian mempunyai anak, maka anak tersebut tidak mempunyai hak waris dari perkawinan antara ibu dengan ayah. anak tersebut hanya mewaris dari ibunya saja. Kalau tadi diceritakan bahwa rumah yang dibeli tersebut dari harta ibu dan suami yang tidak resmi maka anak yang dilahirkan hanya memperoleh dari harta yang didapat orang tuanya yang tidak menikah resmi tersebut. Sehingga Rumah yang dibeli ibu dan suami tidak reminya, bila dihibahkan kepada anak ibu luar kawin menurut ibu adalah yang paling adil. Mas Anto yang baik, Bagian harta waris untuk mas Anto dan saudara2 adalah harta yang didapat dalam perkawinan secara resmi antara ayah dan ibu, tetapi mas Anto dan saudara2 masih memiliki pula harta waris dari ibu saja. Mas Anto, saya tidak bisa berbicara masalah hukum atau aturan, tetapi saya ingin berbicara masalah adil dan merata, coba pikirkan bahwa mas Anto dan saudara2 punya hak waris dari orang tua secara utuh dari ayah ataupun ibu, sedang adik dari ayah sambung tidak dapat mewaris dari ayah, karena secara hukum dia adalah anak ibu, yang menyebabkan dia hanya mendapatkan warisan hanya dari seorang ibu saja, Kalau rumah itu menjadi harta waris ibu, maka seyogyanya dibagi 2 karena harta tersbut dibeli bersama suami tidak resminya, 1/2 bag adalah harta ibu, 1/2 bg inilah yang menjadi harta waris dari ibu untuk anak2, bila ibu menghibahkan kepada adik, maka 1/3 dari 1/2 bg adalah hak adik, sehingga bila ditotal adik menerima harta 1/2 bag(milik ayahnya) dan 1/3 dari 1/2 bg. bisa dimengerti kan ? bila akan dipakai hukum waris islam sebaiknya diajukan ke Pengadilan Agama, tetapi bila non muslim maka cara ini yang akan digunakan untuk membagi.

    Semoga dapat dimengerti.

    Listiana Lestari, S.H. email : listiana_sh@yahoo.co.id listiana27@gmail.com Blog : http://listianash.wordpress.com http://listianalestari.blogspot.com

  74. assalamu’ alaikum… Bu saya mau bertanya tentang surat hibah…
    begini.. kakek saya mempunyai dua istri tapi istri yang kedua itu kawin lari tanpa diketahui tempat pernikahannya dilangsungkan. anak dari istri pertama sudah membuat akta hibah tetapi anak dari istri kedua ingin membatalkan surat hibah tersebut karena dengan alasan nilai dari tanah yang diibahkan itu tidak sesuai dengan pembagian warisan lainya… apakah bisa dibatalkan dengan alasan nilai rupiahnya ? bagaimana tanggapan Ibu… mohon jawabannya?

  75. Salam…..
    Mohon pencerahan….ayah saya mendapatkan surat hibah berupa tanah dari anak2 saudaranya….settifikat atas nama saudara ayah saya yaitu ibu A…dan ibu A sudah meninggal….jadi dua orang ahli waris ibu A yg membuat surat hibah kepada bapak saya….bertanda tangan di atas materai….sekarang surar hibah itu mau di batalkan oleh anak anak ibu A tersebut…surar hibah itu dibuat dibawah tangan di lakukan bertiga….bagaimana posisi hukumnya? Terima kasih mohon diberi penjelasan….

  76. Assalamu’alaikum wr wb bu Listiana..
    Ayah sy sudah meninggal. sedangkan ibu sy masih hidup. ibu memiliki harta bawaan dan harta bersama ayah. pertanyaan sy:
    1. jika ibu ingin menjual seluruh harta ba waan nya kepada sy dihadapan notaris, apakah mungkin nanti (jika ibu sdh meninggal)..saudara sy bisa menggugat harta tsb?
    2. sepeninggal ayah, ibu masih membiayai anak2 nya. apakah boleh, harta bersama tsb, kemudian dianggap harta ibu saja (karena ibu masih membiayai anak2nya menggunakan uangnya sendiri)?
    mohon dijawab ya bu..terima kasih banyak…

  77. assalamualaikum,,,,
    maaf sebelumnya saya mau bertanya ,tentang hukum hibah
    saya punya nenek tapi bukan nenek kandung,melainkan kakk nenek kandung saya yang tidak mempunyai keturunan ,dimna nenek menghibahkan rumah dan tanah serta isinya kepada saya,dan para anak nenek kandung saya menuntun atas hibah tersebut kpada saya,,,
    apa yg harus saya lakukan

  78. ASALAMUALAIKUM,,,,
    Maaf sebelumnya saya mau bertanya mengenai hukum waris saya seorang anak buah dari pernikahan ayah dan ibu saya , orang tua saya dikaruniai 3 orang anak yang pertama itu saya yang kedua dan yang ketiga anak laki laki cerita keluarga saya cukup rumit ketika ayah saya menikah dengan ibu saya trus ayah saya menikah lagi mempunyai istri ke dua menghasilkan 1 anak laki laki setelah anak itu lahir lalu ayah saya bercerei setelah itu ayah saya menikah lagi ke yang 3 kalinya menghasilkan anak lagi 1 orang perempuan setelah anak itu lahir lalu ayah saya bercerei dengan istri k 3 se telah itu menikah lagi ke yang ke empat kalinya menghasilkan anak 1 orang perempuan tapi sekarang hubungan dengan istri k 4 masih berjalan dan sekarang ayah saya menikah lagi ke yang ke yang kelima kalinya ,,,,, yang saya tanyaka ibu saya istri pertama dan mempunyai anak 3 dari selama pernikahan mempunyai beberapa aset dan itu adalah hasil bersama selama pernikahan antara ibu saya dan bapa saya nah untuk pembagian waris atau hibah untuk menyelamatkan anak yang bertiga itu apakah boleh mamah saya mengamankan aset itu untuk masa depan anak anaknya yang berasal dari istri pertama itu mohon bantuan informasi penjelasan dan hukumnya seperti apa terimakasih sebelumnya atas jawabannya ,,,,,

  79. Orang tua perempuan bernama siti, nikah dengan anton mempunyai anak yg bernama dini dan pernikahannya sudah cerai dan ibu saya nikah lagi dengan andik dan mempunyai anak 6 orang, ibu saya yg bernama siti yang mempunyai warisan berupa hibah, dan ibu saya memberi warisan ke 3 anak hasil dari nikah kedua dan disaksikan lurah setempat. apakah harta hibah yang diberikan ibu saya ketiga anak tersebut hukumnya sah atau tidak?
    mohon penjelasannya, terima kasih

  80. Assalammualaikum, wr.wb
    kepada Yth, Ibu Listiana, SH
    mOhon Bantuannya, Segera
    yang ingin saya tanyakan apakah surat hibah yang dilaksanakan oleh alm. ayah saya pada tahun 2008 kepada tante saya (saudara kandung ayah) tetapi tanpa sepengetahuan ahli waris yang sudah dewasa dianggap sah? sementara kami sebagai ahli waris dinyatakan tidak ada hak lagi. apakah kami sebagai ahli waris masih ada hak dalam warisan ayah tsb? kemudian apakah tindakan kami seharusnya sebagai ahli waris untuk mempertahankan hak kami tsb?

  81. Elfa yang baik,
    Hibah dapat saja dibuat tanpa sepengetahuan ahli waris bila hibah tersebut diberikan kepada bukan ahli waris, hanya syaratnya tidak boleh melebihi dari 1/3 bagian harta waris. Apabila hibah yang diberikan melebihi 1/3 bg maka ahli waris dapat menggugat si penerima hibah tersebut.
    Mungkin itu yang bisa saya jelaskan.
    Salam,

  82. Apabila harta waris yang dihibah kesalah satu anak atau ahliwaris dijual, diperhitungkan dengan hasil penjualannya kemudian bila hasil tersebut tidak melebihi 1/3 bg maka sah dan tidak ada akibat hukum, tetapi bila melebihi 1/3 bg maka sipenerima hibah melepaskan kelebihannya untuk kemudian dibagi sebagai harta waris. Apabila sipenerima hibah tidak bersedia maka kelebihannya dapat digugat.

  83. bu, sya mau tanya
    saya memilik akte hibah atas nama orang tua
    namun orang tua saya sudah menningal
    apakah akte hibah tersebut bisa disertifikatkan atas nama salah satu anak nya?
    apakah mesti membuat akte waris ?

  84. Tetangga kami mempersoalkan tanah yang dihibahkan oleh pemilik tanah yang mereka pakai sebagai akses jalan tetapi pada saat keluarga kami membeli tanah dan rumah tersebut tidak ada surat hibah tersebut dari pemilik pertama kepada keluarga kami. Ayah saya dengan iklhas sudah memberikan tanah selebar 1 m agar bisa di gunakan oleh tetangga tetapi mereka masih menuntut 5 meter seperti yang tertuang dalam surat hibah tersebut. Gambar situasi (GS) dalam sertifikat tanah kami tidak tertera gambar jalan yang tetangga kami persoalkan.Yang ingin kami tanyakan adalah:
    1. Surat hibah tersebut dibuat diatas selember kertas biasa yang hanya di tanda tangani oleh kepala desa dan pemilik tanah tanpa disebutkan alamat lokasi tanah tersebut dan panjang tanah (yang tertuang hanya lebar tanah 1 m), surat tersebut tidak bermaterai. Apakah surat hibah tersebut kuat di mata hukum?
    2. Halaman belakang pada sebuah sertifikat tanah disebutkan bahwa kepala desa/pemimpin wilayah tidak berhak merubah status tanah (hibah) dan yang berhak adalah pejabat berwenang yang ditunjuk oleh pemerintah (notaris), Apakah benar?

  85. 1. Surat Hibah tersebut tidak kuat, karena dilakukan tidak dihadapan notaris, jadi bukan merupakan surat outentik, kekuatannyapun sangat tipis sebab tidak dilakukan menurut UU.
    2. benar.

  86. Assalamualaikum Wr. Wb
    Kpd yth ibu Listiani SH.
    Mohon ma’af sebelumnya, yg ingin saya tanyakan tentang Permasalahan teman saya yaitu :
    Teman saya adalah anak tunggal dari Adopsi beda darah dari orang tuanya( surat – suarat lengkap). Setelah kedua orang tuanya angkatnya meninggal dunia ada masalah dengan penguasan tanah dan rumahnya.
    Ternyata hak atas tanah dan rumah dkuasai anak dari bibi (anak ke 3 ) dan setengah dikuasai anak dari paman (anak ke 4 ). Sehingga teman saya tidak mempunyai hak atas tanah dan rumah orang tua angkat yang selama ini ditempatinya.
    Pertanyaanya,
    1. Apakah hak atas tanah untuk anak adopasi harus melalui surat hibah atau menjadi hak waris langsung.
    2. Apakah sah surat hibah yang banyak coretan dan sebagian bekas dihapus (tip ex).
    3. Bila teman saya tidak mampu dimana harus mencari pembela di persidangan nanti.

  87. Langsung saya jawab ya :
    1. Hak atas tanah untuk anak angkat dapat melalui hibah dapat pula melalui pembagian waris, tetapi anak angkat hanya memiliki 30% saja dari harta waris orang tua angkat.
    2. surat hibah aja ada coretan tetapi tidak boleh tip ex.
    3. teman berada dimana ? tentunya setiap pengacara berbeda ya, mungkin ada yang tidak memerlukan lagi jasa, tetapi ongkos atau transport tetap perlu..semua tinggal tergantung dari pengacara itu sendiri.

  88. Assalamualaikum wr.wb
    yg terhormat ibu listiana
    saya mau bertanya ada satu kasus dimana teman saya py bibi tdk menikah tdk memiliki anak kandung…..beliau hidup sendiri beda kota dengan saudara kandungnya dua orang…dimana beliau memiliki 4 ponakan….bibi teman saya ini sdh meninggal…dan tanpa sepengetahuan keluarga .temannya mengatakan kl rumahnya…saat bibinya meninggal temannya mengatakan kl rumahnya dihibahkan kedia…..dan temannya sdh proses balik nama sertifikatnya….almarhum memiliki dua rumah ….yg ingin saya tanyakan….bagaimana kekuatan hukum penerima hibah dan apa keluarga berhak menuntut penerima hibah krn meski surat hibah ditandatangani didepan notaris tapi kondisi almarhum sudah tidak sehat dan tidak ada saksi yg mendampingi….bagaimana solusinya bu….terima kasih

  89. perlu saya tambahkan rumah yg dihibahkan bibi teman saya satu rumah ketemannya satu rmh ke keponakan2nnya…..bagaimana solusinya bu..terima kasih

  90. Asalamu’alakum Wr Wb
    Ibuk Listiana yang baik,
    Saya mau tanya suatu masalah yang dihadapi oleh istri saya…
    Istri saya adalah anak pertama, dari 2 bersaudara, Istri saya tinggal dengan saya beda kota dengan mertua saya, sementara adiknya tinggal bersama mertua di kampung dirumah mertua. Mertua perempuan saya sudah lama bercerai papanya istri saya lama semasa istri saya masih sekolah. Adik istri saya juga telah berumah tangga.
    Karena merasa berhutang budi sama adik saya dan suaminya, mertua saya menghibahkan tanah dan rumah semuanya kepada adik istri saya, tanpa sepengetahuan istri saya, yang mengabari masalah ini mertua laki-laki saya yang kebetulan jadi saksi penghibahan itu setelah satu tahun penghibahan penghibahan itu disetujuinya karena dia beranggapan istri saya mengetahui hal ini.. Penghibahan itu pun telah dilanjutkan dengan sertifikat tanah oleh adiknya. Masalah ini membuat istri saya kehilangan hak nya, kehilangan kampung halamannya.
    yang mau tanyakan sahkah penghibahan tersebut yang dilakukan sepihak oleh orang tua kepada adiknya? Upaya hukum apa yang perlu dilakukan istri saya lakukan? Karena mertua saya itu begitu membela adik istri saya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s